Lockdown di Malaysia Makin Ketat, IKMA Minta Pemda se-Jawa Timur Fasilitasi Pemulangan PMI

Seputar TKI - Posted by: Figo Kurniawan | 15 Jul 2021 12:32 WIB | 913
Lockdown di Malaysia Makin Ketat, IKMA Minta Pemda se-Jawa Timur Fasilitasi Pemulangan PMI
pengurus IKMA Malaysia - Photo : IKMA/ Jamal

Kuala Lumpur, LiputanBMI - Ikatan Keluarga Madura (IKMA) di Malaysia meminta Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se -Jawa Timur agar memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia karena pelaksanaan kebijakan lockdown atau dalam bahasa lokal disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang makin ketat berdampak serius kepada para PMI, khususnya yang berasal dari Jawa Timur.

"Hampir seluruh sektor pekerjaan yang pada umumnya terdapat pekerja dari Jawa Timur terdampak akibat dari kebijakan ini," ujar Sekjend IKMA Malaysia, Jamal Al Fateh di Kuala Lumpur, Rabu (14/7).

Untuk itu, IKMA Malaysia mendesak Pemerintah Daerah se-Jawa Timur agar meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mempermudah akses kepulangan PMI melalui bandara atau pelabuhan, sehingga semua PMI dapat pulang dengan tenang dan selamat tanpa merasakan khawatir dengan adanya isu penutupan bandara atau entry point lainnya di Jawa Timur.

Jamal mengatakan, PKP di Malaysia dalam rangka mengendalikan COVID-19 dimulai Maret 2020 dan semenjak awal Juni 2021 hingga kini semakin diperketat. Beberapa sektor non esensial ditutup sehingga banyak PMI yang kehilangan pendapatan karena tidak bisa bekerja.

Pemerintah Malaysia sendiri sudah membuka pintu pemulangan mandiri melalui program Rekalibrasi Pulang. PMI yang berstatus tak berdokumen resmi (ilegal) dapat pulang secara mandiri dengan cara membayar Check Out Memo atau denda imigrasi sebesar RM 500 (sekitar Rp 1,7 juta) dengan syarat sudah melaksanakan test PCR dan memiliki tiket tidak lebih dari 24 jam dari jadwal keberangkatan.

“Pemda se-Jawa Timur harus punya inisiatif membantu pemulangan PMI dari Malaysia mengingat para PMI ini sekarang hidup dalam kondisi yang sangat kekurangan. Mereka hanya mengharap bantuan logistik pemerintah Indonesia ataupun pemerintah Malaysia dan NGO ataupun persatuan penduduk setempat untuk sekedar bertahan hidup,” tegas Jamal.
(FK/, 15/07)

BACA JUGA

4 Calon BMI Laporkan Dugaan TPPO Sponsor Titin Dkk Ke Polda Jabar
19 Aug 2021 10:52 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 395 kali
4 Calon BMI Laporkan Dugaan TPPO Sponsor Titin Dkk Ke Polda Jabar
 JBM: Implementasi Kebijakan Pembebasan Biaya Penempatan PMI Membingungkan
17 Aug 2021 10:38 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 984 kali
JBM: Implementasi Kebijakan Pembebasan Biaya Penempatan PMI Membingungkan