Jika Tidak Ingin Dideportasi dari Taiwan, Camkan Pesan Penting dari Imigrasi

Info Penting - Posted by: Hani Tw | 23 Oct 2020 09:36 WIB | 909
Jika Tidak Ingin Dideportasi dari Taiwan, Camkan Pesan Penting dari Imigrasi
Tiga Pesan Penting NIA Kepada Pekerja Migran Agar Tidak Dideportasi dari Taiwan - Photo : Imigrasi Taiwan

Taipei, LiputanBMI - Departemen imigrasi Taiwan (NIA) wilayah Yunlin pada Kamis (22/10) mengadakan sosialisasi ke asrama sejumlah pabrik di area perindustrian Mailiao, kabupaten Yunlin County yang banyak memperkerjakan Pekerja Migran.

Dalam acara sosialisasi tersebut, di depan 150 pekerja migran NIA menghimbau dan mengingatkan kepada mereka tiga hal supaya jangan sampai akibat dari hal tersebut mereka harus dideportasi.

Adapun yang dimaksud tiga hal tersebut adalah patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, salah satunya cara mencuci tangan yang benar dan menerapkan kebersihan diri sendiri.

Kedua, selalu memperhatikan masa berlaku ARC maupun Paspor. NIA menjelaskan, yang menyebabkan masa berlaku ARC habis selain karena masa berlakunya paspor habis, alasan lainnya yaitu karena proses pindah majikan, pindah alamat tempat kerja. Untuk itu, apabila mengalami hal di atas harus segera melakukan perpanjangan ARC, jika tidak segera diperpanjang bisa kena denda atau bahkan terancam dipulangkan.

Ketiga, ini lebih penting dan harus benar-benar diperhatikan oleh pekerja migran di Taiwan. Jangan sampai mengendarai sepeda listrik setelah minum, karena denda atau hukumannya sangat berat, bahkan bisa terancam dideportasi.

Secara khusus NIA mengingatkan, karena kebiasaan di negara masing-masing berbeda, terutama kasus bersepeda listrik setelah minum. Jangan sampai mengira ini hanya karena kebetulan saja, apabila tertangkap dan menjalani sidang, jika putusan hakim sudah keluar maka depnaker akan mencabut surat izin kerja. Secara otomatis izin tinggal atau masa berlaku ARC dinonaktifkan dan pekerja migran harus dipulangkan.

Dilansir NIA News (22/10), dalam kesempatan tersebut kepala bagian pelayanan NIA kabupatan Yunlin, Hwang Wen-chen mengatakan, untuk menghindari adanya kesalahfahaman yang tidak disengaja atau karena ketidaktahuan terkait masalah hukum karena perbedaan bahasa dan budaya, serta bisa lebih memperhatikan kesehatan fisik para pekerja migran, maka NIA secara khusus mengatur acara sosialisasi ini.

"Saya berharap pekerja migran dapat memiliki langkah-langkah pencegahan epidemi dan memahami konsep hukum dengan benar sehingga kehidupan mereka di Taiwan dapat aman dan nyaman, "ungkap Hwang Wen-chen.
(HNI/IYD, 23/10)

BACA JUGA

52 PJTKI Diberhentikan Kirim PMI ke Luar Negeri Mulai 1 Januari 2021
21 Nov 2020 05:06 WIB | Hani Tw | dibaca 18677 kali
52 PJTKI Diberhentikan Kirim PMI ke Luar Negeri Mulai 1 Januari 2021