Mau Proses MD, PMI Asal Sukajadi Malah Masuk Ruang Isolasi Karena Terjangkit TBC

Seputar TKI - Posted by: Hani Tw | 19 Sep 2020 05:06 WIB | 241
Mau Proses MD, PMI Asal Sukajadi Malah Masuk Ruang Isolasi Karena Terjangkit TBC
Mau Proses MD, PMI Asal Sukajadi Malah Masuk Ruang Isolasi Karena Terjangkit TBC - Photo : Faisal Soh

Taipei, LiputanBMI - Seorang PMI ilegal berinisial AS (26) yang rencananya mau menyerahkan diri (MD) supaya bisa cepat pulang terpaksa harus dirawat di ruang isolasi setelah dilakukan pemeriksaan di RS hasilnya ia menderita penyakit TBC.

Pria asal Sukajadi, Jawa Barat itu meminta bantuan Faisal Soh untuk proses MD karena mengalami batuk berdarah sudah sekitar satu bulan. Oleh Faisal ia dibawa ke RS untuk diperiksa.

Menurut keterangan AS, sebelum minta bantuan ke Faisal, ia sudah pernah minta bantuan orang lain untuk proses MD namun ditolak setelah tahu kondisi penyakit AS. Mereka bahkan menyarankan AS untuk meminta bantuan Faisal.

"Pagi ini (18/9) AS dijemput memakai taxi dan diantar ke rumah saya guna melakukan proses penyerahan diri untuk kembali ke tanah air, "jelas Faisal.

Awalnya AS enggan bercerita kepada Faisal terkait gejala penyakit yang menimpanya. Namun setelah perbincangan beberapa saat AS mulai bersedia menceritakan terkait alasannya pulang karena is mengalami batuk berdarah sudah sekitar satu bulan.

Faisal menghentikan pembicaraan, ia buru-buru segera mengambil dan mengenakan masker N95 ketika mendengar AS mengatakan kalau ia batuk berdarah.

"Pembicaraan di teras rumah saya kurang dari 5 menit langsung saya stop ketika dia mengatakan batuk berdarah, saya segera kenakan masker N95, "jelas Faisal.

Faisal tidak meneruskan pembicaraan dan langsung melarikan AS ke RS terdekat di area Taoyuan. Selama kurang lebih 15 menit perjalanan, Faisal meminta AS untuk menahan batuk.

Hasil rontgen dan tes dahak rumah sakit menunjukan AS menderita penyakit Tuberculosis (TB). Saat ini AS dirawat di ruangan isolasi khusus rumah sakit untuk dilakukan perawatan lanjutan.

Kepada Faisal AS mengaku bahwa ia masuk Taiwan bulan Juli tahun 2018 dengan job sebagai ABK. Namun belum sempat tanda tangan kontrak kerja dengan majikan, ia sudah nekat kabur tanpa dijelaskan apa alasannya ia memilih kabur. Selama menjadi kaburan ia lebih sering berdomisili dan bekerja di area gunung Li shan, Nantou.
(HNI/IYD, 19/09)

BACA JUGA

RS Chang Gung Linkou Raih Sertifikasi Rumah Sakit Ramah Muslim
15 Oct 2020 11:30 WIB | Hani Tw | dibaca 237 kali
RS Chang Gung Linkou Raih Sertifikasi Rumah Sakit Ramah Muslim
PMI di Yi-lan Peringati Satu Tahun Berdirinya SYBer-Taiwan
13 Oct 2020 05:57 WIB | Hani Tw | dibaca 517 kali
PMI di Yi-lan Peringati Satu Tahun Berdirinya SYBer-Taiwan