Western Union Indonesia WU

Sri Naning Berharap Pemerintah Bisa Mengupayakan Gajinya Yang 12 Tahun Belum Dibayar

Seputar TKI - Posted by: Jafry Aljawad | 22 Jan 2020 12:59 WIB | 1118
Sri Naning Berharap Pemerintah Bisa Mengupayakan Gajinya Yang 12 Tahun Belum Dibayar
Wakil Bupati Blora Arief Rohman usai mengunjungi Sri Naning (berbaju merah), - Photo : Pemkab Blora

Nasional, LiputanBMI - Meskipun telah berhasil pulang ke Blora dan berjumpa dengan keluarganya setelah berpisah belasan tahun tanpa kabar di Arab Saudi, Sri Naning Wahyu Kurniawati (29) salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Blora, masih berharap haknya selama 12 tahun bisa diterima.

Ketika ditemui Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman M.Si, di rumahnya, Sri Naning, Senin siang (20/1/2020), dengan berbahasa Indonesia yang belum begitu lancar karena terlalu lama di Arab Saudi, bercerita bahwa dirinya telah bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 2006 hingga 2019 kemarin dan berhasil kabur karena ingin pulang kampung.

“Tahun pertama saya sudah mendapatkan gaji dan bisa mengirimkan uang untuk orang tua. Namun sejak tahun kedua hingga 2019 kemarin belum pernah menerima gaji, karena gajinya disimpan di bank oleh majikan saya,” katanya.

Sehingga pulang tidak membawa apa-apa, dibantu KJRI Jeddah hingga bisa pulang ke Indonesia.

“Saya tidak ingin bantuan yang neko-neko dari pemerintah, saya cuma ingin gaji saya bisa dicairkan,” ucapnya.

Jika bisa cair, Sri Naning mengatakan uang itu akan digunakan untuk memperbaiki rumah orang tuanya dan membuka usaha baru. Jika dirupiahkan, setidaknya gaji yang terkumpul senilai Rp 360 juta lebih.

Menurutnya, selama 13 tahun di Arab Saudi, tepatnya di Kota Mekkah, dirinya dilarang keluar rumah oleh majikannya sehingga tidak pernah bersosialisasi dengan dunia luar, dan tidak pernah ketemu dengan TKI lainnya. Untung saja selama 13 tahun itu dia tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar.

“Setelah saya kabur, saya ditangkap polisi karena tidak punya identitas. Sempat ditahan hingga 15 hari dan dikunjungi petugas dari KJRI untuk membantu kepulangan ke Indonesia,” tambahnya.

Dengan didampingi Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), Purwadi Setiyono, SE, dan Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Penta Tran) Dinperinnaker, Sugeng Saptono, Wakil Bupati ingin mengupayakan kepengurusan hak Sri Naning melalui jalur pemerintah.

“Pertama-tama saya ikut bersyukur Mbak Sri Naning bisa kembali pulang dengan sehat, dan berkumpul dengan keluarga. Selanjutnya mengenai gaji yang belum diterima, kami akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Tenaga Kerja. Semoga bisa berhasil,” ucap Wakil Bupati.

Dinperinaker juga diminta untuk mengawal.

“Tolong Pak Pur (Plt.Kepala Dinperinaker), harapan Mbak Sri Naning ini dikawal,” tambah Wakil Bupati.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), Purwadi Setiyono, SE menyanggupinya dan akan melakukan koordinasi dengan BNP2TKI guna melacak agen penyalur TKI yang dahulu memberangkatkan Sri Naning.

Sebelumnya, Rabu (15/1/2020) lalu Dinperinaker telah melakukan penjemputan yang dipimpin Sugeng bersama Bapak Mbak Sri Naning ke Jakarta berdasarkan kabar dari BNP2TKI, dan sampai di Blora pada hari Kamis (16/1/2020).

“Memang saat itu kondisi emosionalnya masih labil, sehingga masih sulit menceritakan seluruh kronologi kejadiannya. Setelah nanti semua kronologi disampaikan, akan kami jadikan dasar kepengurusan hak-hak yang belum diterima,” ucap Purwadi Setiyono.

Pihaknya juga meminta Kades Plosorejo yang hadir dalam kunjungan itu, untuk segera memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan milik Sri Naning. Pasalnya saat keberangkatannya ke Arab Saudi, yang bersangkutan belum memiliki KTP karena masih dibawah umur, yakni usia 16 tahun dan diduga memakai agen TKI illegal.

Sementara itu, orangtua Sri Naning, Sulimin mengungkapkan rasa bahagianya karena anak perempuannya bisa kembali ke rumah.

“Selama 12 tahun tanpa kabar, putus komunikasi. Kami sekeluarga sempat pasrah dan mengira anak saya sudah meninggal. Namun keajaiban karena kuasa Allah SWT telah terjadi. Akhirnya minggu lalu kami dapat kabar kalau anak saya dipulangkan ke Indonesia. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kepulangan anak saya,” ucapnya.

“Anak saya pulang dengan selamat sudah sangat bersyukur. Jika gajinya bisa diurus, ya Alhamdulillah. Semoga upaya ini berhasil. Maturnuwun Pak Wakil Bupati dan rombongan yang sudah berkenan datang ke gubug saya,” tambah Sulimin.

(Sumber: Dinkominfo Kab. Blora)
(JWD/JWD, 22/01)

BACA JUGA

Kehabisan Uang Untuk Pulang ke Kampungnya, PMI Ini Nginap 2 Hari di Bandara
01 Feb 2020 12:31 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1137 kali
Kehabisan Uang Untuk Pulang ke Kampungnya, PMI Ini Nginap 2 Hari di Bandara
16 Tahun Tak Bisa Pulang, PMI Asal Cianjur Akhirnya Kembali dari Yordania
03 Jan 2020 01:01 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 901 kali
16 Tahun Tak Bisa Pulang, PMI Asal Cianjur Akhirnya Kembali dari Yordania
Tertipu Agen Abal-abal, Uang Puluhan Juta Lenyap
22 Nov 2019 05:49 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1612 kali
Tertipu Agen Abal-abal, Uang Puluhan Juta Lenyap
Dekan Psikologi UNAIR Ungkap Tingkat Stres Para PMI
14 Nov 2019 10:52 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 831 kali
Dekan Psikologi UNAIR Ungkap Tingkat Stres Para PMI