Western Union Indonesia WU

KBRI Riyadh Berhasil Bebaskan 210 WNI Dari Denda Pelanggaran Izin Tinggal di Saudi

Seputar TKI - Posted by: Jafry Aljawad | 09 Nov 2019 08:16 WIB | 1585
KBRI Riyadh Berhasil Bebaskan 210 WNI Dari Denda Pelanggaran Izin Tinggal di Saudi
Gedung KBRI Riyadh - Photo : Google

Jakarta, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh berhasil memperjuangkan pemutihan denda melebihi izin tinggal (overstay) bagi 210 warga negara Indonesia (WNI). Bila diakumulasikan, denda bagi 210 orang itu sebesar RP 23 miliar.

Berdasarkan keterangan pers dari KBRI Riyadh, Sabtu (9/11/2019), denda untuk satu orang berkisar SAR 15 ribu hingga SAR 30 ribu atau sekitar Rp 110 juta. Berkat keberhasilan KBRI Riyadh meyakinkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, maka 210 WNI bebas dari denda tersebut.

"Jika ditotal denda 210 WNI tersebut mencapai sekitar 23 Milyar rupiah. Dengan pertimbangan kemanusiaan dan latar belakang ekonomi, Pemerintah Arab Saudi bersedia memutihkan denda tersebut dan memberikan izin keluar (exit permit) untuk para WNI," tegas Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Pemutihan denda akan dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap para WNI itu. Selanjutnya, KBRI akan memulangkan mereka ke Tanah Air.

Selain itu, Agus juga menjelaskan rumah singgah RUHAMA KBRI Riyadh makin sesak melebihi daya tampung. Ada 203 orang per 30 Oktober 2019 di rumah singgah. Mayoritas penghuni adalah WNI yang datang dengan visa syarikah/perusahaan atau ziarah/kunjungan. Mereka semua menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan berbagai modus.

"Saya mendapatkan kafalah/sponsor dari syarikah/perusahaan dengan visa kerja sebagai cleaning service ," ujar AA, WNI asal Jabar.

"Sebagai petugas kebersihan, menurutnya, ia akan dipekerjakan di gedung-gedung pemerintah atau swasta dengan jam kerja tertentu," kata Kordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh, Raden Ahmad Arief.

Kenyataannya, WNI tersebut dipekerjakan kepada perorangan di Saudi, bukan bekerja di perkantoran. Salah seorang WNI, AA, mengeluh bekerja tanpa hari libur dan tak memiliki jam kerja yang tetap. Ada pula SH, WNI asal Sukabumi, yang kesulitan menagih upah dari majikannya.

"Saya memang sulit untuk menuntut karena tidak memiliki landasan hukum," kata SH.

Banyak dari WNI yang bernasib malang itu kemudian melarikan diri dari tempat kerjanya dan meminta perlindungannya ke KBRI Riyadh. Agus menginstruksikan agar semua staf KBRI menempuh segala cara untuk melindungi para WNI yang terlunta-lunta itu. Agus sendiri kaget dan sedih ketika menjumpai para penghuni rumah singgah KBRI ternyata ada beberapa yang merupakan alumni PTN dan PTAIN ternama.

"Sebagai orang yang pernah menjadi staf pengajar di kampus selama 27 tahun, saya merasa terenyuh melihat para pemegang ijazah S1 bernasib kurang beruntung di Arab Saudi," kata Agus.

(Source: Detiknews)

(JWD/JWD, 09/11)

BACA JUGA

Tertipu Agen Abal-abal, Uang Puluhan Juta Lenyap
22 Nov 2019 05:49 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 895 kali
Tertipu Agen Abal-abal, Uang Puluhan Juta Lenyap
Dekan Psikologi UNAIR Ungkap Tingkat Stres Para PMI
14 Nov 2019 10:52 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 512 kali
Dekan Psikologi UNAIR Ungkap Tingkat Stres Para PMI
BNP2TKI Jemput Jenazah Sri Rahayu PMI Asal Karawang Yang Meninggal di Malaysia
07 Nov 2019 11:23 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1239 kali
BNP2TKI Jemput Jenazah Sri Rahayu PMI Asal Karawang Yang Meninggal di Malaysia
Tragis, Calon TKW Tewas Membusuk di Sumur Penampungan
04 Nov 2019 02:11 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 4133 kali
Tragis, Calon TKW Tewas Membusuk di Sumur Penampungan
PMI Asal Mamuju Dipulangkan Dari Arab Saudi Karena Sakit
31 Oct 2019 11:13 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 740 kali
PMI Asal Mamuju Dipulangkan Dari Arab Saudi Karena Sakit