Western Union Indonesia WU

Suamiku Milik Istrinya...

Cerpen Puisi - Posted by: Iyad Wirayuda | 22 May 2019 02:41 WIB | 1311
Suamiku Milik Istrinya...
Ilustasi - Photo : google

Jeddah, LiputanBMI - Tersandar dalam keheningan malam, hati nan gelisah menyelimuti perasaan Rosita yang akan ditinggal cuti oleh suaminya Warsono. Ada hati yang tercabik namun hanya mampu ia pendam.

Di saat semua orang terlelap, dalam diam bersama keheningan Rosita bermunajat kepada Tuhan agar diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam menjalani irisan takdir sebagai istri kedua.

Sesekali ia memandang wajah Warsono yang sedang terlelap tidur sambil merapikan pakaian ke dalam koper yang akan dibawa pulang oleh suaminya.

Satu persatu baju dilipat, tak terasa air mata jatuh dari kedua kelopak matanya yang sudah membasah saat memasukkan barang-barang hadiah yang dibeli Warsono untuk madunya (istri pertama).

"Jangankan hadiah, sehelai kain pun belum pernah kamu belikan kepadaku sejak kita menikah mas. Aku sadar hanya sebagai istri pelampiasan kesepianmu saja," gumam Rosita dalam hati sembari mengusap air matanya.

Sebagai pekerja migran overstayer di Jeddah, Rosita tidak punya banyak pilihan hanya bisa menerima saat dipersunting Warsono. Baginya menikah menjadi pilihan terbaik sebagai tempat berlindung.

Meski Warsono memliki anak dan istri di kampungnya, namun kasih sayang Rosita begitu besar kepada suaminya. Dia tidak menuntut apa-apa dalam hal materi. Rosita tidak ingin membebankan apapun kepada suaminya, apalagi mengganggu hubungan pernikahan Warsono dengan istri pertama.

Adzan subuh berkumandang, Rosita pun membangunkan suaminya agar segera bersiap-siap. Pagi itu menjadi pemandangan yang syahdu bagi keduanya dengan mendirikan shalat berjamaah.

"Mah, kamu jaga diri baik-baik ya. Aku cuti hanya tiga bulan InsyaAllah kita bisa berkumpul lagi bersama," ucap Warsono sambil mencium kening Rosita.

"Iya pah...kamu juga jaga diri baik-baik semoga selamat sampai tujuan dan bisa berkumpul dengan keluargamu," timpal Rosita. dengan membalas mencium tangan Warosno

"Iya mah, papah mohon maaf jika seandainya nanti tidak ada kabar. Kamu juga minta tolong jangan hubungin aku selama cuti karena takut ketahuan istriku di kampung," tukas Warsono.

Mendengar ucapan itu tangis Rosita pecah, bibirnya tak mampu berkata-kata hanya bisa menahan sakit dalam hati sambil memeluk erat Warsono.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama.
(IYD/IYD, 22/05)

BACA JUGA

Apjati Hasilkan Remitansi 2019 Sebesar Rp 218 Triliun
10 Nov 2019 11:00 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 423 kali
Apjati Hasilkan Remitansi 2019 Sebesar Rp 218 Triliun
 Muslimat NU Saudi Arabia Minta Menaker Cabut Izin PT Inti Jaffarindo
10 Nov 2019 08:48 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1877 kali
Muslimat NU Saudi Arabia Minta Menaker Cabut Izin PT Inti Jaffarindo
Polres Subang Tetapkan Rohim dan Suci Sebagai DPO Kasus Penipuan Calon PMI
04 Nov 2019 07:29 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2805 kali
Polres Subang Tetapkan Rohim dan Suci Sebagai DPO Kasus Penipuan Calon PMI
Diduga Menempatkan PMI Hong Kong Tidak Sesuai PK, SBMI Adukan PT CKS ke Kemenaker
01 Nov 2019 04:37 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1016 kali
Diduga Menempatkan PMI Hong Kong Tidak Sesuai PK, SBMI Adukan PT CKS ke Kemenaker
Peringati Hari Santri, PCINU Arab Saudi Gelar Konfercab Ketiga dan LDK
26 Oct 2019 12:51 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 647 kali
Peringati Hari Santri, PCINU Arab Saudi Gelar Konfercab Ketiga dan LDK