Western Union Indonesia WU

Suamiku Milik Istrinya...

Cerpen Puisi - Posted by: Iyad Wirayuda | 22 May 2019 02:41 WIB | 657
Suamiku Milik Istrinya...
Ilustasi - Photo : google

Jeddah, LiputanBMI - Tersandar dalam keheningan malam, hati nan gelisah menyelimuti perasaan Rosita yang akan ditinggal cuti oleh suaminya Warsono. Ada hati yang tercabik namun hanya mampu ia pendam.

Di saat semua orang terlelap, dalam diam bersama keheningan Rosita bermunajat kepada Tuhan agar diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam menjalani irisan takdir sebagai istri kedua.

Sesekali ia memandang wajah Warsono yang sedang terlelap tidur sambil merapikan pakaian ke dalam koper yang akan dibawa pulang oleh suaminya.

Satu persatu baju dilipat, tak terasa air mata jatuh dari kedua kelopak matanya yang sudah membasah saat memasukkan barang-barang hadiah yang dibeli Warsono untuk madunya (istri pertama).

"Jangankan hadiah, sehelai kain pun belum pernah kamu belikan kepadaku sejak kita menikah mas. Aku sadar hanya sebagai istri pelampiasan kesepianmu saja," gumam Rosita dalam hati sembari mengusap air matanya.

Sebagai pekerja migran overstayer di Jeddah, Rosita tidak punya banyak pilihan hanya bisa menerima saat dipersunting Warsono. Baginya menikah menjadi pilihan terbaik sebagai tempat berlindung.

Meski Warsono memliki anak dan istri di kampungnya, namun kasih sayang Rosita begitu besar kepada suaminya. Dia tidak menuntut apa-apa dalam hal materi. Rosita tidak ingin membebankan apapun kepada suaminya, apalagi mengganggu hubungan pernikahan Warsono dengan istri pertama.

Adzan subuh berkumandang, Rosita pun membangunkan suaminya agar segera bersiap-siap. Pagi itu menjadi pemandangan yang syahdu bagi keduanya dengan mendirikan shalat berjamaah.

"Mah, kamu jaga diri baik-baik ya. Aku cuti hanya tiga bulan InsyaAllah kita bisa berkumpul lagi bersama," ucap Warsono sambil mencium kening Rosita.

"Iya pah...kamu juga jaga diri baik-baik semoga selamat sampai tujuan dan bisa berkumpul dengan keluargamu," timpal Rosita. dengan membalas mencium tangan Warosno

"Iya mah, papah mohon maaf jika seandainya nanti tidak ada kabar. Kamu juga minta tolong jangan hubungin aku selama cuti karena takut ketahuan istriku di kampung," tukas Warsono.

Mendengar ucapan itu tangis Rosita pecah, bibirnya tak mampu berkata-kata hanya bisa menahan sakit dalam hati sambil memeluk erat Warsono.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama.
(IYD/IYD, 22/05)

BACA JUGA

Biaya Haji Paket Ekonomi Bagi Mukimin Sebesar SAR 3.465
25 Jun 2019 05:49 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2065 kali
Biaya Haji Paket Ekonomi Bagi Mukimin Sebesar SAR 3.465
Kebakaran di Makkah yang Tewaskan 4 PMI Diduga Akibat Korsleting Listrik
23 Jun 2019 07:27 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1241 kali
Kebakaran di Makkah yang Tewaskan 4 PMI Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran di Makkah 4 PMI Meninggal 1 Dilarikan ke Rumah Sakit
22 Jun 2019 08:36 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2218 kali
Kebakaran di Makkah 4 PMI Meninggal 1 Dilarikan ke Rumah Sakit
KJRI Jeddah Imbau WNI di Abha Tingkatkan Kewaspadaan
13 Jun 2019 05:24 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 7469 kali
KJRI Jeddah Imbau WNI di Abha Tingkatkan Kewaspadaan
PMI Asal Karawang Tertahan 13 Tahun di Arab Saudi
14 May 2019 06:03 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1061 kali
PMI Asal Karawang Tertahan 13 Tahun di Arab Saudi