Western Union Indonesia WU

Berkat Jaminan Kantor Pengacara, PMI Asal Pandeglang Bisa Dipulangkan dari Dubai

Seputar TKI - Posted by: Jafry Aljawad | 22 May 2019 12:41 WIB | 857
Berkat Jaminan Kantor Pengacara, PMI Asal Pandeglang Bisa Dipulangkan dari Dubai
Aldila Warganda SH (kiri) dan Rheno Halomoan Setjo SH yang menjadi penjamin kepulangan Ratih (kerudung). TKW yang dua tahun terlantar di Dubai. - Photo : Industry.co.id

Pandeglang, LiputanBMI - Aldila Warganda SH dari Kantor Pengacara Satria Tarigan & Aldila Warganda Legal Consultan menjadi penjamin kepulangan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Ratih yang sudah dua tahun terlunta lunta di Dubai, Abu Dhabi.

Alasan utama yang dikemukakan oleh Aldila adalah persoalan kemanusiaan dan kebetulan Kantor Legal dimana ia berada, memiliki kemampuan untuk mengurus kepulangan Ratih dari Dubai.

Ratih sendiri adalah TKW yang berasal dari sebuah desa di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang sudah dua tahun lari dari majikannya di Dubai akibat tidak pernah menerima gaji selama bekerja. Karena lari dari majikannya, semua dokumen Ratih sebagai TKW termasuk paspor tertinggal hingga ia kesulitan untuk pulang ke tanah air dan selama dua tahun terlunta-lunta tanpa perlindungan di negeri orang.

“Tidak ada pertimbangan lain selain kemanusiaan,” tegas Aldila Warganda SH ketika ditemui Senin (20/5) malam di Kantornya yang terletak di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan.

“Yang pasti memang jalannya cukup berliku untuk bisa memulangkan Ratih. Untung saja lawyer muda kami yang bernama Rheno cukup gigih untuk mengurusnya hingga Ratih bisa mendarat kembali di tanah air pada Jumat (17/5) malam, “kata Aldila.

Bertemunya mereka dengan Kasus Aldila sebagai TKW yang terlantar di Dubai pun cukup unik.
“Saat kami sedang mengadakan kegiatan sosial di daerah banten akibat bencana tsunami beberapa waktu, kami bertemu dengan seorang laki laki yang anaknya tewas jadi korban. Ketika kami tanya kemana ibunya, dikatakan jadi TKW di Dubai dan sudah dua tahun tidak bisa pulang karena tidak ada dokumen dan juga biaya. Jadilah kami bertemu kasus Ratih ini,” beber Aldila.

Menurut Aldila, kantor legal dimana ia bernaung memberikan dukungan penuh saat ia mengajukan untuk jadi penjamin Ratih pulang ke Indonesia.
“Terutama sekali masalah finansial. Saya bilang ke partner saya, kita bagi rejeki yang kita peroleh selama ini dengan membantu kepulangan Ratih,” tambah Aldila yang juga menjadi pengacara untuk Paytren, DHL, dan beberapa perusahaan besar lainnya.

Ratih sendiri yang semalam dihadirkan mengatakan bahwa dirinya nyaris tidak percaya bahwa pada akhirnya ia bakal bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Pandeglang.

“Saya sudah kangen dengan dua anak saya yang ada. Yang ketiga sudah saya ikhlaskan jadi korban tsunami. Yang penting saya akan bertemu dengan keluarga saya yang lain yang lama saya rindukan,” kata Ratih sambil melirik suaminya yang duduk di sampingnya.

Saat di Dubai usai pelarian dari rumah majikannya, Ratih mengaku sempat terlunta-lunta.
“Untung saja saya ditampung oleh teman saya yang sudah menikah dengan orang Dubai dan saya membantu mengurusi anaknya. Sambil itu saya juga sesekali kerja part time agar bisa makan. Dan jujur saya kapok balik lagi ke Dubai. Saya mau kerja di sini aja, “ katanya lirih.

(Sumber: Industry.co.id)

(JWD/JWD, 22/05)

BACA JUGA

RI Dukung Konvensi ILO Soal Penghapusan Kekerasan Pekerja Disahkan
24 Jun 2019 10:14 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 240 kali
RI Dukung Konvensi ILO Soal Penghapusan Kekerasan Pekerja Disahkan
Akhir Amnesti di Yordania, KBRI Amman Pulangkan 49 PMI Termasuk 14 Anak-Anak
13 Jun 2019 04:52 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1044 kali
Akhir Amnesti di Yordania, KBRI Amman Pulangkan 49 PMI Termasuk 14 Anak-Anak
Calon PMI Di Subang 90 Persen Berstatus Janda, Gugat Cerai Soal Ekonomi
13 Jun 2019 12:38 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 457 kali
Calon PMI Di Subang 90 Persen Berstatus Janda, Gugat Cerai Soal Ekonomi
7 Tahun Dipenjara di Filipina, PMI Asal Blitar Dibebaskan
21 May 2019 02:42 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 5809 kali
7 Tahun Dipenjara di Filipina, PMI Asal Blitar Dibebaskan
Derita Eka PRT di Bali: Disiram Air Mendidih dan 7 Bulan Tak Digaji
16 May 2019 03:45 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 4021 kali
Derita Eka PRT di Bali: Disiram Air Mendidih dan 7 Bulan Tak Digaji