Western Union Indonesia WU

7 Tahun Dipenjara di Filipina, PMI Asal Blitar Dibebaskan

Seputar TKI - Posted by: Jafry Aljawad | 21 May 2019 02:42 WIB | 5968
7 Tahun Dipenjara di Filipina, PMI Asal Blitar Dibebaskan
Dwi Wulandari, disambut keluarganya di Blitar - Photo : Inilahcom

Jakarta, LiputanBMI - Dwi Wulandari, buruh migran Indonesia yang sempat mendekam di penjara Manila karena kedapatan membawa narkoba tahun 2012 lalu, telah dibebaskan. Ia hari ini tiba di kampung halamannya, Blitar, Jawa Timur, demikian VOA melaporkan, Senin (20/5/2019).

Migrant Care menyambut baik upaya pembebasannya dan sekaligus mendorong warga Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri untuk waspada terhadap risiko diincar sindikat narkoba.

Dwi Wulandari tak dapat menahan tangis dan harunya ketika akhirnya dapat kembali melihat kampung halaman dan rumahnya. Ia peluk erat Pujiastuti, sang ibunda, dan kedua anaknya, Riska dan Fafa.

Kepala Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah yang mengawal kasus ini sejak awal, lewat akun Facebooknya memasang beberapa foto dan keterangan pembebasan Dwi sejak dijemput pejabat KBRI Manila dari penjara Mandaluyong setelah permohonan bandingnya dikabulkan dan ia dinyatakan bebas, hingga saat-saat mendebarkan menunggu izin pulang dari pihak imigrasi Filipina.

"Selamat datang Dwi Wulandari ke tanah air. Alhamdulillah lebaran ini bisa berkumpul dengan keluarga setelah tujuh lebaran kamu lalui di medan juang yang penuh air mata. Mrebes mili membayangkan kebahagiaan mereka," tulis Anis.

Kisah Dwi Wulandari ini mirip dengan Mary Jane. Keduanya ditangkap otoritas berwenang karena membawa narkoba dan diseret ke muka hukum. Bedanya Dwi kini sudah dapat menghirup udara bebas, sementara Mary Jane masih dihantui vonis mati.

Dwi Wulandari ditangkap di bandara Manila pada 29 September 2012 karena kedapatan membawa enam kilogram kokain di bagasinya. Dwi berkeras ia tidak tahu menahu tentang kokain itu. Ia mengaku direkrut tetangganya, Erma, untuk bekerja di Malaysia dan dibelikan tiket pesawat terbang ke Malaysia lewat Surabaya.

Namun baru dua hari di Malaysia, ia dibelikan tiket ke India untuk membantu majikannya berbisnis. Dwi tak juga curiga ketika ia diminta bepergian ke beberapa negara lain, hingga ke Peru. Dari Peru ia diminta terbang ke Manila. Dalam perjalanan ke bandara Peru, Dwi mengatakan dititipi barang oleh seseorang, yang harus diantarnya ke Manila.

Semua penjelasan ini dipaparkan Anis Hidayah dari Migrant Care yang mengikuti kasus hukumnya di Regional Trial Court Pasay City. Dwi sempat divonis penjara seumur hidup, tetapi tim pengacara yang membantunya tidak kenal lelah mengupayakan banding karena menilai putusan itu tidak adil dan posisi Dwi sebagai korban. Proses banding ini yang memakan waktu bertahun-tahun.

Anis Hidayah bersama ibunda Dwi dan kedua anaknya sempat menemuinya langsung di penjara Mandaluyong pada Maret 2018 lalu. Ketika itu pun Dwi tak berhenti memeluk dan menciumi wajah kedua anaknya, terlebih si bungsu Fafa yang ketika ditinggalkannya tahun 2012 baru berusia beberapa bulan. "Kamu sudah besar sekali Nak, sekolah yang pintar yaa," bisiknya sebagaimana diceritakan Anis di Facebooknya.

Tangis yang sama mengalir lagi ketika Dwi melihat Fafa Minggu siang (19/5/2019), tetapi kini tentu jauh lebih lega karena terjadi di pintu rumah mereka di Blitar, Jawa Timur, setelah menempuh perjalanan panjang dari Manila ke Jakarta, dilanjutkan penerbangan ke Malang dan perjalanan darat ke Wlingi, Blitar.

(Sumber:Inilahcom)
(JWD/JWD, 21/05)

BACA JUGA

PMI Asal Cianjur Hilang Kontak 21 Tahun di Arab Saudi
11 Aug 2019 11:48 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1010 kali
PMI Asal Cianjur Hilang Kontak 21 Tahun di Arab Saudi
Membanggakan Putri PMI Ini, Jadi Paskibraka 2019 di Istana Negara
25 Jul 2019 01:44 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1176 kali
Membanggakan Putri PMI Ini, Jadi Paskibraka 2019 di Istana Negara
Kemnaker Terus Sempurnakan Aturan Turunan UU Pelindungan Pekerja Migran
23 Jul 2019 04:16 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 620 kali
Kemnaker Terus Sempurnakan Aturan Turunan UU Pelindungan Pekerja Migran
Kisah Pembebasan PMI Dari Hukuman Mati Dengan Tebusan Rp 15,2 Miliar
16 Jul 2019 04:57 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 1886 kali
Kisah Pembebasan PMI Dari Hukuman Mati Dengan Tebusan Rp 15,2 Miliar
Mantan Hadir Saat Resepsi Pernikahan, Penganten Putri Pingsan
08 Jul 2019 10:13 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3595 kali
Mantan Hadir Saat Resepsi Pernikahan, Penganten Putri Pingsan