Western Union Indonesia WU

Pemerintah Taiwan Resmi Ubah Sebutan 'Pekerja Asing' (Wai Lao) menjadi 'Pekerja Migran' (Yi Gong)

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 03 May 2019 08:20 WIB | 8152
Pemerintah Taiwan Resmi Ubah Sebutan 'Pekerja Asing' (Wai Lao) menjadi 'Pekerja Migran' (Yi Gong)
Mendagri Taiwan saat penyerahan ARC versi baru di pabrik I-Mei Foods Co. Nankan - Photo : CNA

Taipei, LiputanBMI - Pemerintah Taiwan telah memutuskan untuk mengubah deskripsi formal tentang pekerja asing dari sebutan "pekerja asing" (外 勞: wai lao) menjadi "pekerja migran" (移 工: yi gong). Sebutan ini akan lebih ramah dan lebih terhormat dalam masyarakat Taiwan, demikian disampaikan pejabat Kementerian Dalam Negeri (MOI), Jumat (3/5/2019).

Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yung (徐國勇) dalam sebuah acara di Taoyuan mengatakan, Badan Imigrasi Nasional (NIA) memutuskan untuk melakukan perubahan karena rasa hormat dan dukungan kepada pekerja migran.

Sebagaimana dilansir CNA, Jumat (3/5), deskripsi baru akan muncul pada 'Tujuan Tinggal' yang terdapat pada kartu identitas pekerja asing (ARC). Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga menyerahkan ARC dengan istilah baru kepada beberapa pekerja migran saat kunjungan ke pabrik I-Mei Foods Co di Nankan.

Hsu mengucapkan terima kasih kepada pekerja migran dari Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand atas kontribusi mereka untuk proyek infrastruktur pemerintah dan masyarakat lanjut usia di Taiwan.

Beberapa orang memandang istilah Cina '外 勞' (baca: wai lao), yang artinya 'pekerja asing' dianggap merendahkan, sedangkan istilah '移 工' (baca: yi gong) atau 'pekerja migran' dipandang lebih netral.

Lan Pei-chia (藍 佩嘉), seorang profesor sosiologi di Universitas Nasional Taiwan menulis dalam sebuah artikel 'Retorika Diskriminasi Rasial' (種族歧視 修辭 學) yang diterbitkan pada tahun 2005 bahwa 'pekerja asing' adalah istilah yang terkait dengan diskriminasi ras dan klasisisme.

Orang Taiwan menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pekerja dari negara-negara Asia Tenggara yang 'perkembangannya rendah', sedangkan menyebut pekerja kulit putih dari negara-negara Barat dan negara maju lainnya seperti Jepang sebagai 'orang asing' yang lebih terhormat (外籍人士).

Hsu berharap inisiatif NIA akan mendorong orang untuk menggunakan bahasa yang ramah ketika merujuk pada ekspatriat yang bekerja di Taiwan dan untuk menciptakan suasana yang lebih hormat dan akomodatif bagi mereka.

Menurut data NIA, saat ini ada lebih dari 700.000 pekerja migran di Taiwan. Dari jumlah tersebut, 110.000 bekerja di Taoyuan yang menjadikan kota industri ini sebagai pemberi kerja terbesar.

Dengan adanya perubahan sebutan ini, untuk ARC lama yang memiliki validitas hingga tiga tahun akan secara bertahap diganti dengan versi baru ketika kontrak kerja berakhir.
(YLA/FK, 03/05)

BACA JUGA

PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 2103 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 573 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
Pekerja Migran Taiwan, Sekarang Bisa Ajukan Re-Entry Secara Online
02 Sep 2019 01:13 WIB | Yully Agyl | dibaca 1361 kali
Pekerja Migran Taiwan, Sekarang Bisa Ajukan Re-Entry Secara Online
Update: Puing-Puing Ditemukan di Dekat Lokasi Kapal Taiwan yang Hilang
23 Aug 2019 09:10 WIB | Yully Agyl | dibaca 1289 kali
Update: Puing-Puing Ditemukan di Dekat Lokasi Kapal Taiwan yang Hilang