Western Union Indonesia WU

Jadi PMI Kaburan di Jeddah Bukan Jaminan Kerja Bebas dan Gaji Besar

Opini - Posted by: Iyad Wirayuda | 27 Mar 2019 11:14 WIB | 1082
Jadi PMI Kaburan di Jeddah Bukan Jaminan Kerja Bebas dan Gaji Besar
Kerumunan PMI di pelataran KJRI Jeddah saat amnesty 2013 - Photo : Google

Jeddah, LiputanBMI - Kota Jeddah adalah sebuah kota metropolitan di Arab Saudi yang secara geografis terletak di sebelah pantai timur Laut Merah. Berdasarkan data Bank Dunia akhir 2018, jumlah penduduk di Jeddah sebanyak 2,8 juta jiwa.

Jeddah juga merupakan pusat kota perdagangan di Arab Saudi yang mempunyai jalur strategis pelabuhan laut maupun udara. Maka tak heran, kota Jeddah menjadi tumpuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang melarikan diri dari majikan.

Bukti kota Jeddah sebagai basis PMI kaburan di Arab Saudi adalah saat diberlakukannya program Amnesty oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 2013 yang mencatat lebih dari 70 ribu Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan KJRI Jeddah.

Memang, banyak PMI kaburan yang sukses hidup senang di Jeddah. Dengan berbagai jenis pilihan pekerjaan, mereka bisa mendapat gaji yang relatif besar. Akan tetapi, menjadi PMI kaburan di Jeddah bukan jaminan bisa dapat kerja bebas dan gaji besar karena faktanya banyak cerita miris yang dialami PMI kaburan.

Dalam sepekan ini ada beberapa kejadian miris yang dialami PMI kaburan di Jeddah. Di antaranya yang dialami PMI asal Lombok berinisial MN yang sekarang mendekam di penjara Dahban karena tuduhan pencurian emas.

MN datang ke Arab Saudi pada tahun 2018 melalui sebuah sarikah dan bekerja di kota Makkah. Karena tidak cocok dengan majikan, akhirnya dia kabur dan bekerja harian di Jeddah. Pada Selasa 26 Maret 2019, MN menjalani persidangan perdana di Niaba Al Ama Jeddah (Public Prosecution Department of Jeddah).

Nasib apes juga dialami Marfuah binti Sanusi yang juga ditangkap polisi saat akan berangkat kerja harian. Saat itu Marfuah sedang menaiki taksi bersama temannya yang menjadi incaran polisi karena memasukkan kerja pekerja ilegal yang diduga melakukan pencurian uang di rumah majikan. Marfuah yang tak berdosa itu akhirnya harus rela mendekam di kantor polisi Dahban.

Cerita kelam juga diceritakan MS, ibu dua anak yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jeddah sebagai kaburan. Dia mengaku sempat mengalami pelecehan seksual saat kerja harian dan hampir saja diperkosa majikan. Beruntung dia melakukan perlawanan dan berhasil menyelamatkan diri.

Terakhir, kisah kurang beruntung juga diceritakan akun Facebook Mamah Aziz pada Selasa 26 Maret 2019 yang disekap majikan di distrik Rahely, Jeddah. Dalam postinganya dia mengatakan sedang disekap di sebuah kamar dan tidak diizinkan keluar rumah. Bukan hanya sekadar caci maki, dia juga mengaku sering dipukul majikannya.
(IYD/IYD, 27/03)

BACA JUGA

Biaya Haji Paket Ekonomi Bagi Mukimin Sebesar SAR 3.465
25 Jun 2019 05:49 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2065 kali
Biaya Haji Paket Ekonomi Bagi Mukimin Sebesar SAR 3.465
Kebakaran di Makkah yang Tewaskan 4 PMI Diduga Akibat Korsleting Listrik
23 Jun 2019 07:27 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1241 kali
Kebakaran di Makkah yang Tewaskan 4 PMI Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran di Makkah 4 PMI Meninggal 1 Dilarikan ke Rumah Sakit
22 Jun 2019 08:36 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2218 kali
Kebakaran di Makkah 4 PMI Meninggal 1 Dilarikan ke Rumah Sakit
KJRI Jeddah Imbau WNI di Abha Tingkatkan Kewaspadaan
13 Jun 2019 05:24 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 7469 kali
KJRI Jeddah Imbau WNI di Abha Tingkatkan Kewaspadaan
Suamiku Milik Istrinya...
22 May 2019 02:41 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 657 kali
Suamiku Milik Istrinya...