TKA Unjuk Rasa Tuntut Pemerintah Taiwan Beri Sanksi Agen yang Bebankan Biaya Penempatan

Seputar TKI - Posted by: Yully Agyl | 16 Dec 2018 09:43 WIB | 912
TKA Unjuk Rasa Tuntut Pemerintah Taiwan Beri Sanksi Agen yang Bebankan Biaya Penempatan
TIWA dan TKA unjuk rasa di depan kantor Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan - Photo : TIWA

Taipei, LiputanBMI - Puluhan pekerja migran di Taiwan menggelar unjuk rasa menuntut Departemen Tenaga Kerja (MOL) menekan agen yang secara ilegal membebankan biaya perekrutan pekerja untuk mendapatkan kontrak baru, Minggu (16/12/2018).

Chen Hsiu-lien (陳秀蓮), seorang anggota Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA), yang mengorganisir unjuk rasa mengatakan, adalah hal yang lumrah bagi agen di Taiwan untuk membebankan biaya, yang dikenal oleh pekerja migran sebagai biaya pembelian job, agen sebagai perantara bagi pekerja. Terutama setelah amandemen 2016 Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan menghapuskan persyaratan bahwa, pekerja asing harus meninggalkan Taiwan setelah tiga tahun kerja agar memenuhi syarat untuk masuk kembali untuk memperbarui kontrak mereka atau mulai bekerja pada kontrak baru. Ini juga membebaskan pekerja migran dari pembayaran biaya penempatan lain.

Akan tetapi, lanjut Chen, karena kurangnya mekanisme pencocokan pekerjaan yang dioperasikan oleh pemerintah, pekerja migran hanya dapat beralih ke agen ketika mereka perlu mendapatkan kontrak baru karena sebagian besar jalur pencarian pekerjaan didominasi oleh agen.
Selain itu, biaya penempatan yang berlebihan dibebankan kepada pekerja migran yang datang ke Taiwan tetap merupakan masalah serius, meskipun fakta bahwa Undang-undang Layanan Ketenagakerjaan memungkinkan agen hanya mengenakan biaya bulanan dan bukan biaya penempatan.

Seperti yang dialami Andy, pekerja migran Indonesia yang dimintai biaya NTD 75000 oleh agen untuk perpanjang kontaknya.

"Saya sebenarnya takut untuk menceritakan kisah saya, tetapi saya harus melakukannya. Karena saya berharap pemerintah Taiwan dapat menghadapi masalah ini secara jujur," ungkap Andy seperti dikutip CNA Taiwan, Minggu (16/12).

Menurut Andy, sebelum kontrak tiga tahun pertamanya berakhir, dia diberitahu oleh agen bahwa dia harus membayar NTD 75.000 guna mendapatkan pekerjaan baru atau risiko dipulangkan yang berarti dia harus membayar biaya penempatan lagi jika kembali ke Taiwan.

Andy mengatakan dia tidak punya pilihan selain meminjam uang dari teman-temannya untuk membayar agen sebesar NTD 75.000, tetapi ternyata kontrak yang dia dapatkan itu tidak benar atau ilegal. Dia mengajukan keluhan kepada otoritas tenaga kerja setempat, tetapi tidak diterima. Para pejabat mengatakan bahwa dia tidak memberikan bukti.

Sementara, peserta unjuk rasa asal Vietnam, Nguyen Viet Ca, mengatakan bahwa biaya penempatan rata-rata yang dikenakan kepada seorang pekerja migran Vietnam adalah antara NTD 150.000 hingga NTD 200.000.

Kontrak tiga tahun Nguyen bekerja menghabiskan biaya NTD 198.000. Dia harus bekerja selama satu setengah tahun untuk melunasinya. Ini masalah yang dihadapi banyak pekerja migran dan berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah.

Para pengunjuk rasa menegaskan kembali permintaan lama agar pemerintah Taiwan membentuk sistem perekrutan langsung antar negara untuk menggantikan sistem agen swasta.

(YLA/YLA, 16/12)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 3090 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 2255 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 4400 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 4543 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 2481 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan