Western Union Indonesia WU

Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 15 Dec 2018 06:13 WIB | 3274
Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
Ilustrasi - Photo : Google

Taipei, LiputanBMI - Proposal kenaikan gaji bagi para pekerja Indonesia sektor informal dijadwalkan akan diserahkan kepada pihak pemerintah Taiwan pada Januari 2019, setelah penelitian yang sedang berlangsung untuk mendukung permintaan itu selesai.

"Ini masuk akal untuk menaikkan gaji karena tingkat gaji untuk pekerja rumah tangga yang belum meningkat sejak 2015," kata Roostiawati, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementrian Ketenagakerjaan, seperti dikutip CNA, Jumat (14/12/2018) dalam wawancara menjelang Konferensi Perburuhan ke-9 Indonesia - Taiwan.

Roostiawati adalah salah satu delegasi yang dipimpin oleh Menteri Hanif Dhakiri yang tiba di Taiwan pada hari Kamis untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada hari Jumat dan dilanjutkan konferensi bilateral.

Menurut Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL), sebanyak 24 masalah telah dikemukakan dalam diskusi tersebut. 10 permasalahan dari pihak Indonesia dan 14 dari pihak Taiwan.

Mengenai masalah kenaikan gaji, Roostiawati mengatakan, Taiwan telah menyetujuinya dalam pembicaraan pra-pertemuan, untuk menyesuaikan tingkat ke atas dan Indonesia dalam proses mempelajari semua perubahan selama tiga tahun terakhir yang menjamin kenaikan gaji untuk pekerja domestik.

Lebih lanjut, Roostiawati mengatakan, pihak Indonesia juga sepakat bahwa mereka akan datang dengan proposal yang beralasan. Indonesia melihat perkembangan ekonomi dan peningkatan inflasi selama tiga tahun terakhir di Taiwan. Setelah menyelesaikan penelitian, Indonesia akan mengajukan jumlah nominalnya dan diharapkan bulan depan.

Roostiawati menghadiri pertemuan pra-pertemuan pada Kamis dengan pejabat tenaga kerja Taiwan dalam persiapan untuk konferensi hari Jumat yang berlangsung selama enam jam.

Menanggapi tentang diskusi masalah kenaikan gaji setelah pertemuan hari Jumat, Roostiawati menyampaikan bahwa kedua pihak berbagi posisi yang sama dalam hal memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Dia tidak berkomentar tentang masalah gaji.

Pihak MOL juga mengatakan bahwa kementerian belum menyetujui kenaikan gaji, tetapi terbuka untuk diskusi lebih lanjut.

Hsueh Chien-chung (薛 鑑 忠), direktur Divisi Manajemen Tenaga Kerja Lintas Perbatasan MOL, mengatakan masalah gaji adalah salah satu topik yang hangat diperdebatkan pada pertemuan tersebut, tetapi masih ada kekurangan konsensus tentang itu. Sejak terakhir kali gaji dinaikkan tiga tahun lalu, Taiwan menyarankan agar pihak Indonesia menyiapkan alasan untuk proposal dan menunda masalah itu sampai nanti ketika kedua pihak bertemu di diskusi tingkat kelompok kerja.

Hsueh menambahkan bahwa delegasi Indonesia tidak menyarankan margin untuk kenaikan gaji pada pertemuan dan menerima saran MOL untuk menunda diskusi tentang masalah ini.

Menurut Undang-Undang Standar Perburuhan Taiwan, upah minimum bulanan adalah NTD 22.000, tetapi sebagian besar pengasuh, yang tidak dilindungi oleh undang-undang, hanya memperoleh NTD 17.000 per bulan. Itu naik dari NTD 15,840 pada September 2015.

Upah minimum akan dinaikkan menjadi NTD 23.100 mulai 1 Januari 2019.

Para delegasi juga membahas isu-isu tentang hak-hak nelayan Indonesia yang dipekerjakan oleh perusahaan perikanan Taiwan, tetapi mereka tidak merincinya karena Indonesia sedang menyusun peraturan baru yang mengatur pekerjaan nelayan Indonesia.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk terus mengatasi kekurangan di broker dan sistem perekrutan yang menyebabkan pekerja migran memikul biaya broker yang terlalu tinggi dan banyak yang melarikan diri dari majikan mereka sebelum kontrak mereka berakhir.
(YLA/YLA, 15/12)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 1752 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 1574 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 3295 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 3473 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 1623 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan