Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 14 Dec 2018 05:54 WIB | 4090
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
Ilustrasi - Photo : Google

Taipei, LiputanBMI - Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri tiba di Taiwan Kamis (13/12/2018) malam, untuk bertemu dengan Menteri Perburuhan, Hsu Ming-chun (許 銘 春) dan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada hari ini, Jumat (14/12).

MoU tersebut berkaitan dengan perekrutan, penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Penandatanganan akan dilakukan dalam pertemuan tertutup antara kedua belah pihak guna membahas isu-isu mengenai PMI, termasuk kenaikan upah untuk pekerja sektor informal, memungkinkan pekerja migran Indonesia untuk secara bebas beralih majikan, dan memungkinkan upah harus dibayar melalui bank.

Wakil Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Lin San-quei (林三貴) mengatakan bahwa masalah gaji pasti akan menjadi salah satu yang diangkat oleh Indonesia. Namun, berapa banyak kenaikan gaji yang diusulkan Indonesia dan apakah kedua belah pihak mencapai konsensus akan tergantung pada pembicaraan pada hari Jumat, kata Lin.

Sebagaimana dilansir CNA, Kamis (13/12), dalam berita yang tersebar di media ada perkiraan, bahwa pemerintah Indonesia ingin Taiwan menaikkan upah minimum bulanan untuk pekerja informal dari NTD 17.000 menjadi NTD 19.000. Saat ini, gaji pekerja asing sektor informal lebih rendah dari pekerja pabrik atau pengasuh institusional yang gajinya ditetapkan oleh Undang-Undang Standar Perburuhan Taiwan.

Hal-hal yang diajukan oleh pihak Taiwan terkait pekerja migran Indonesia diantaranya untuk diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dan Tes Bahasa Mandarin sebelum me Taiwan, perlindungan hukum bagi awak nelayan Indonesia untuk mendapatkan asuransi tenaga kerja dan kesehatan, dan juga cara-cara untuk mencegah kecurangan calo tenaga kerja terhadap nelayan Indonesia.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL) mengatakan MoU kali ini adalah versi terbaru dari MoU 2011 antara Taiwan dan Indonesia yang menyepakati perekrutan langsung pekerja migran Indonesia dan pencegahan perdagangan manusia.

MOL menambahkan bahwa kedua pihak sepakat untuk menaikkan gaji pokok hingga NTD 17.000 pada tahun 2015 dari NTD 15,840. Menurut statistik MOL, sekitar 190.000 PMI bekerja di sektor informal. Itu berarti 76% dari semua pekerja migran sektor informal adalah dari Indonesia.

(YLA/YLA, 14/12)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 3090 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 2255 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 4400 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 4543 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 2481 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan