Jaringan Gusdurian Indonesia Meraih Penghargaan Demokrasi dan HAM 2018 di Taipei

Komunitas - Posted by: Yully Agyl | 29 Nov 2018 12:50 WIB | 898
Jaringan Gusdurian Indonesia Meraih Penghargaan Demokrasi dan HAM 2018 di Taipei
Jaringan Gusdurian Indonesia - Photo : Google

Taipei, LiputanBMI - Jaringan Gusdurian Indonesia (Gusdurian Network Indonesia) telah memenangkan Penghargaan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Asia 2018, yang diumumkan di Taipei, Rabu (28/11/2018). Penghargaan tersebut adalah sebagai pengakuan atas dedikasinya terhadap perdamaian, pluralisme, dan hak asasi manusia fundamental dan nilai-nilainya.

Yayasan Taiwan untuk Demokrasi (The Taiwan Foundation for Democracy / TFD), yang memprakarsai pemberian penghargaan tahunan sejak tahun 2006. Menurut TFD, JGI telah membuat intervensi yang berarti terhadap diskriminasi dan upaya-upayanya bisa menjadi contoh bagi Taiwan dan negara-negara lain.

JGI telah membela korban konflik yang muncul dari perbedaan agama dan penindasan kelompok minoritas, dengan menerapkan program dialog damai antar agama, advokasi hukum, dan pembelaan hukum.

Sebagaimana dilansir CNA, Rabu (28/11), Ketua TFD Su Jia-chyuan (蘇嘉全), mengatakan mereka telah mencoba selama bertahun-tahun untuk memutuskan belenggu diskriminasi terhadap orang-orang atas dasar agama, etnis, gender, dan kasta.

Su, yang juga pembicara dari Legislatif juga mengungkapkan bahwa masyarakat Taiwan secara bertahap menjadi lebih beragam, terbuka dan toleran, diharapkan penghargaan ini akan mendorong negara-negara lain dan masyarakat untuk mencapai kesetaraan dan keselarasan sejati.

JGI didirikan pada tahun 2010 setelah wafatnya mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid pada tahun 2009. Kelompok ini dinamai menurut panggilan keseharian dari KH Abdurrahman Wahid yaitu Gus Dur.
Sebagai salah satu organisasi terkemuka yang menentang radikalisme dan intoleransi di Indonesia, JGI juga bekerja untuk mencegah potensi konflik dalam masyarakat agama dan etnis yang beragam.

Presiden Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) Dimitris Christopoulos, anggota panel peninjau untuk penghargaan tahun ini sangat terkesan oleh upaya JGI untuk mewujudkan dialog antar agama.
Christopoulos mengatakan usaha tersebut adalah aset berharga, berasal dari aktivis Islam moderat di dunia di mana Islamophobia menembus agenda politik arus utama.

Delegasi JGI, yang dipimpin oleh Koordinator Nasional, Alissa Wahid, akan melakukan perjalanan ke Taipei untuk menerima penghargaan pada 10 Desember nanti. JGI akan menerima piala dan hibah sebesar USD 100.000 untuk mendukung upaya dan kontribusinya terhadap konsolidasi demokrasi.

(YLA/YLA, 29/11)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 3098 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 2256 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 4405 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 4544 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 2483 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan