Taiwan Perkuat Aturan Terhadap Pelanggaran Hak Buruh Migran

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 10 Nov 2018 09:43 WIB | 1065
Taiwan Perkuat Aturan Terhadap Pelanggaran Hak Buruh Migran
Ilustrasi - Photo : Google

Taipei, LiputanBMI - Legislatif Yuan Taiwan menyetujui perubahan terhadap Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, bahwa pengusaha atau agen tenaga kerja dapat dikenakan denda hingga NTD 300.000 jika melanggar hak pekerja migran, Jumat (9/11/2018)

Legislator Partai Progresif Demokrat, Wu Yu-chin (吳玉琴), pengusul perubahan mengatakan, di bawah peraturan UU, para agen tidak dapat menahan dokumen identitas para pekerja migran dan atau surat izin kerja sesuai kehendak pengusaha/majikan dengan pekerja. Pelanggaran hal tersebut akan didenda antara NTD 60.000 hingga NTD 300.000.

Wu Yu-chin menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan baru, agensi juga akan menghadapi denda dari NTD 300.000 hingga NTD 1,5 juta jika mereka terlibat dalam tindakan seksual, perdagangan manusia, pembatasan kebebasan pribadi, melakukan tindakan yang menyebabkan cacat fisik yang serius hingga pembunuhan. Agensi juga harus melaporkan setiap kasus kejahatan berat yang dilakukan terhadap pekerja migran dalam jangka waktu 24 jam.

Agensi yang melanggar peraturan dapat kehilangan izin operasional mereka dan tidak dapat mengajukan permohonan kembali dalam jangka waktu lima tahun.

Dalam cacatan Legislator DPP, aturan baru mengharuskan pengusaha/majikan untuk melapor kepada pemerintah lokal dan memberikan catatan tertulis yang terperinci jika pekerja migran tidak hadir selama tiga hari. Namun, pekerja juga dapat mengajukan banding ke departemen tenaga kerja setempat apabila terdapat laporan palsu yang diajukan oleh perusahaan/majikan, sehingga departemen tenaga kerja dapat mengembalikan izin kerja mereka.

Peraturan itu adalah salah satu yang disuarakan dalam Kebijakan Southbound Baru di bawah pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), dan merupakan tonggak baru hak asasi manusia yang sejak 2016 amandemen UU Ketenagakerjaan juga sudah menghapuskan aturan pekerja migran harus meninggalkan Taiwan setiap tiga tahun.

Namun, peneliti Chen Hsiu-lien (陳秀蓮) dari Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA) mengatakan, untuk sementara peraturan dapat memperbaiki kondisi kerja pekerja migran saat ini, namun mereka (agensi) selalu ada celah untuk masuk.

Sebagai contoh, alih-alih menyelesaikan larangan praktik menahan paspor pekerja migran, peraturan itu hanya menyerahkannya kepada agensi untuk menyelesaikan dengan migran. Mengingat situasi yang tidak adil antara keduanya, agensi akan memiliki tangan atas dan dapat menggunakan perjanjian hukum dengan pekerja migran untuk menahan dokumen ID mereka.

Para agensi dapat menuntut, jika para pekerja menginginkan pekerjaan, mereka tidak akan punya pilihan selain menyetujui agar dokumen mereka disimpan agen. Hal ini akan menempatkan para pekerja dalam situasi yang rentan, termasuk tidak dapat meninggalkan pekerjaan, meskipun kondisi kerja atau pelanggaran yang buruk.

"Pemerintah perlu secara fundamental meningkatkan hubungan kerja dan saling percaya antara pekerja migran, majikan, dan agen tenaga kerja," kata Chen seperti dikutip CNA, Sabtu (10/11/2018).
(YLA/YLA, 10/11)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 3090 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 2255 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 4401 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 4543 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 2481 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan