Western Union Indonesia WU

Kesan dan Pesan Tiga Pemenang Penghargaan Sastra Migran (TLAM) 2018

Sosok - Posted by: Yully Agyl | 06 Oct 2018 11:07 WIB | 1238
Kesan dan Pesan Tiga Pemenang Penghargaan Sastra Migran (TLAM) 2018
Para pemenang TLAM 2018 dari Indonesia - Photo : Fans Page 移民工文學獎提供

Taipei, LiputanBMI - Cerpen seorang mantan pekerja migran Indonesia (PMI) dan dua orang PMI di Hong Kong telah terpilih menjadi bagian pemenang Penghargaan Sastra Migran Taiwan ke 5 (Taiwan Literatur Award for Migrant) tahun 2018 beserta tujuh karya TKA dari negara lain.
Tentu saja merupakan kebanggaan bagi mereka karena dari 553 peserta hanya diambil 10 pemenang saja.

Tentang Cinta, judul cerpen karya Loso Abdi, mantan PMI Taiwan, terpilih sebagai juara pertama dan juga masuk kategori Ten Choice Award. Tahun ini adalah kemenangan kedua bagi Loso Abdi, setelah di tahun 2016 dia juga menjadi juara pertama dengan karya berjudul Nyanyian Ombak.

"Bahagia, senang, tidak menyangka juga jadi juara, karena tulisan peserta dari Filipina juga bagus-bagus," ungkap Loso Abdi seperti yang disampaikan kepada Liputan BMI, Sabtu (6/10/2018).

Dia juga berharap karyanya bisa membawa manfaat bagi teman-teman PMI. Bisa menjadi inspirasi, bahwa ketika bekerja dengan hati dan cinta maka hasilnya juga akan penuh cinta.

"TLAM, adalah sebuah ajang yang bagus sekali, karena dari sana akhirnya banyak pihak semakin tahu kondisi TKA. Saya juga berharap, teman-teman PMI bisa mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang banyak menyudutkan PMI. Semoga teman-teman bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada," pesan Loso Abdi.

Sementara itu, dua karya PMI Hong Kong yang menjadi juara tiga yaitu Cerpen Luka itu Masih Ada di Tubuhku, karya Yuli Riswati asal Jember dan cerpen Orang-orang Penampungan karya Pratiwi Wulansari, asal Banyuwangi.

"Acara TLAM ini keren, pakai banget. Tak banyak acara yang berusaha menyatukan dunia, membuat orang-orang bisa berbagi cerita dan membangun jembatan pengertian tanpa harus memandang apa jenis kebangsaan, agama, gender serta bahasanya, dan TLAM salah satu acara yang tak banyak itu," Ungkapan kesan Yuli tentang TLAM kepada Liputan BMI.

Pesan Yuli, kepada siapa pun para migran, tidak peduli apapun status dan kebangsaanmu, jika punya passion menulis atau cinta literasi, jangan lewatkan event tahunan bergengsi seperti TLAM Taiwan.

Senada dengan Yuli, Pratiwi juga mengungkapkan kesannya tentang TLAM yang menurutnya adalah sebuah event yang bagus sekali. Tidak ada batasan tema tulisan dalam penjurian, dan memang itu yang diperlukan, sebab begitu luas pergulatan hidup yang dihadapi para migran.

"Saya bersyukur TLAM memperluas kriteria para penulis. Jadi bukan hanya yang sedang di Taiwan atau eks PMI Taiwan atau keluarga PMI Taiwan saja, tapi juga yang ada di HK, Singapura, Malaysia dan Makau. Semoga saja ke depannya, kriteria peserta yang akan mengikuti lomba akan diperluas dari beberapa negara penempatan lain lagi. Semoga bisa terealisasi, jadi semakin banyak TKA yang bisa ikut serta dalam kompetisi ini," ungkapnya.

Penghargaan karya sastra para migran Taiwan diselenggarakan oleh Toko buku Asia Tenggara Brilliant Time, disponsori oleh Kementerian Kebudayaan, Pegatron Electronics Co. dan beberapa sponsor lainnya dengan total hadiah NTD 320.000.
(YLA/YLA, 06/10)

BACA JUGA

Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
07 Oct 2019 08:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 1743 kali
Korea Selatan Akan Perketat Peraturan Permintaan Pulang Imigran Ilegal
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
05 Oct 2019 09:07 WIB | Yully Agyl | dibaca 1568 kali
Hobby Bersepeda, PMI di Taiwan Bisa Raih Prestasi
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
02 Oct 2019 10:47 WIB | Yully Agyl | dibaca 3290 kali
Kompensasi Hingga NTD 5 Juta Untuk ABK yang Meninggal Karena Jembatan Runtuh
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
13 Sep 2019 11:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 3471 kali
PMI di Taiwan Terhipnotis, Niat Menolong Malah Tertipu Rp 23 Juta
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan
06 Sep 2019 07:43 WIB | Yully Agyl | dibaca 1621 kali
300 Pekerja Migran Sektor Pertanian Akan Segera Tiba di Taiwan