Western Union Indonesia WU

Lagi, PMI Asal Indramayu Terdampar di Irak, Menangis Minta Dipulangkan

Seputar TKI - Posted by: Juwarih | 16 Sep 2018 04:22 WIB | 4866
Lagi, PMI Asal Indramayu  Terdampar di Irak, Menangis Minta Dipulangkan
PMI a.n Titin Umiyati binti Dulkamid, Menanganis Minta Dipulangkan dari Erbil, Irak. - Photo : LiputanBMI.com

Indramayu, LiputanBMI - Lagi, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan asal Indramayu terdampar di Irak. Sambil menangis, PMI bernama Titin Umiyati binti Dulkamid (29) itu meminta pertolongan pemerintah untuk segera memulangkannya ke Indonesia.

Warga Blok Karanganyar, RT 014/RW 03, Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut minta dipulangkan karena sudah dua bulan tidak bekerja.

"Tolong bantu saya agar bisa pulang, saya sudah tidak punya apa-apa karena sudah dua bulan ini tidak bekerja. Sekarang pun untuk bertahan hidup saya hanya mengharap belas kasihan dari teman saya yang dari Bandung," ucap Titin sambil menangis kepada LiputanBMI, Sabtu (15/9/2018).

Dari keterangan Titin kepada LiputanBMI terungkap, dirinya bisa sampai ke Irak pada awalnya direkrut oleh sponsor bernama Asna, warga Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat yang dikenal melalui Facebook. Ketika itu, Titin dijanjikan akan dipekerjakan ke Turki dengan gaji USD 700.

Pada 7 November 2017 Titin dibawa Asna ke Jakarta dan dikenalkan dengan Wawan untuk diproses sebagai calon PMI ke Turki. Ia hanya mengikuti proses satu minggu di penampungan kemudian dibawa oleh Wawan ke Surabaya, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 15/11/2017.

"Dari Bandara Juanda, Surabaya saya diantar oleh Yasin ke Malaysia. Dari Kuala Lumpur kemudian transit di Qatar dan dilanjutkan perjalanan ke Turki," kata perempuan beranak satu tersebut.

Setibanya di Turki, Titin dijemput oleh perwakilan dari agency Farmoo Manpower Co. Ltd. Kemudian, oleh pihak agency dibawa ke Erbil Kurdistan, Irak pada 26 November 2017 .

Sepuluh bulan bekerja di Irak, Titin sempat lima kali ganti majikan. Terakhir, Titin bekerja selama tiga bulan kepada majikan bernama Karwan dan istrinya bernama Aisyah. Ia memutuskan untuk kabur dari rumah majikan karena sering diperlakukan tidak manusiawi.

"Dari majikan pertama sampai majikan terakhir saya selalu diperlakukan kasar oleh mereka. Mengadu ke agency pun malah saya dicaci-maki dan dipukul," keluh Titin.

Titin berharap sekaligus memohon kepada pemerintah Indonesia melalui perwakilannya yang di Baghdad agar dapat memberikan perlindungan, menyelamatkan dan memulangkannya ke kampung halaman.

"Saya sangat berharap KBRI yang di Baghdad bisa membantu mengurus kepulangan saya," harapnya.
(JWR/FK, 16/09)

BACA JUGA

KJRI Jeddah berhasil Perjuangkan Hak Diyat PMI Korban Pembunuhan di Abha
15 Feb 2019 11:39 WIB | Juwarih | dibaca 127 kali
KJRI Jeddah berhasil Perjuangkan Hak Diyat PMI Korban Pembunuhan di Abha
Jelang Kongres ke VI, DPW SBMI Lampung Gelar Muswil
11 Feb 2019 09:35 WIB | Juwarih | dibaca 153 kali
Jelang Kongres ke VI, DPW SBMI Lampung Gelar Muswil
ABK di Taiwan Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode
07 Feb 2019 07:37 WIB | Juwarih | dibaca 652 kali
ABK di Taiwan Deklarasi Dukung Jokowi 2 Periode
BAZNAS Bantu Biaya Kepulangan 22 Calon PMI Taiwan Korban Penipuan
07 Feb 2019 01:22 WIB | Juwarih | dibaca 137 kali
BAZNAS Bantu Biaya Kepulangan 22 Calon PMI Taiwan Korban Penipuan