Western Union Indonesia WU

Aktivis Pekerja Migran di Malaysia Apresiasi Bupati Jember yang Urus Sendiri Jenazah PMI

Seputar TKI - Posted by: Figo Kurniawan | 13 Jun 2018 09:18 WIB | 831
Aktivis Pekerja Migran di Malaysia Apresiasi Bupati Jember yang Urus Sendiri Jenazah PMI
Alex Ong bersama Bupati Jember di Kuala Lumpur - Photo : LBMIMY

Kuala Lumpur, LiputanBMI - Langkah Bupati Jember, Faida yang berangkat sendiri ke Malaysia untuk mengurus pemulangan jenazah PMI Amintyas Wahyudi (34) yang sempat telantar di rumah sakit selama lebih dari dua minggu mendapat apresiasi dari para aktivis pekerja migran di Malaysia.

Amintyas meninggal dunia pada 27 Mei lalu dan jenazahnya baru bisa dipulangkan ke Indonesia pada Rabu (13/6) pagi setelah Bupati Jember datang ke Malaysia untuk mengurusnya, Selasa (12/6) kemarin.

Aktivis Migrant Care Malaysia, Alex Ong menilai, langkah Bupati Jember tersebut bisa mempercepat proses pemulangan jenazah Amintyas dengan tanggungan biaya rumah sakit yang tinggi, mengingat selama ini pengurusan pemulangan jenazah oleh KBRI terhambat oleh kurangnya anggaran.

“Pihak KBRI banyak mengurus kasus kematian. Hampir setiap hari menangani 4-5 kasus, sehingga perlu dukungan anggaran dari pusat agar bisa membantu PMI yang sakit atau meninggal. Inisiatif Bupati Jember cukup efektif karena bisa mempercepatkan proses pemulangan jenazah (alm) Amintyas,” kata Alex.

Meski demikian, kata Alex, tidak boleh dinafikan bahwa pegawai KBRI juga sangat membantu dalam urusan administrasi sehingga proses pemulangan jenazah Amintyas lancar.

Sementara Direktur North South Initiative (NSI), Adrian Pereira mengatakan, inisiatif Bupati Jember memang layak mendapat apresiasi, tetapi peran KBRI dalam membantu pembiayaan PMI yang meninggal juga layak dipertanyakan.

NSI merupakan sebuah organisasi non pemerintah (NGO) di Malaysia yang misi utamanya adalah pemberdayaan kelompok-kelompok yang terpinggirkan, termasuk pekerja migran dan pengungsi.

“Inisiatif Bupati Jember memang layak mendapat apresiasi, but next time, we must ask embassy for alternative solution,” kata Adrian di Kuala Lumpur, Selasa (12/6) malam.

Menurut Adrian, sebagai perwakilan pemerintah RI di Malaysia, bagaimanapun KBRI yang mempunyai tanggung jawab untuk membantu segala permasalahan PMI.

“They (KBRI, Red) must share network and refer case until solve. Jika dalam kasus ini KBRI tidak memiliki anggaran yang cukup, they can request for emergency money from foreign affairs ministry or refer the case to Indonesians who can afford,” jelasnya.

Senada dengan Addrian, Koordinator Komunitas Serantau Malaysia, Nasrikah Sarah menilai, jika instansi atau lembaga yang mempunyai tanggung jawab utama melindungi PMI tidak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal, Pemda atau Pemprov harus mempunyai inisiatif.

“Bagaimanapun, PMI adalah penyumbang devisa. Kalau perlu, Pemda atau Pemprov harus terus kita dorong untuk mengurus warganya yang bermasalah daripada hanya bergantung pada lembaga resmi yang seharusnya bertindak, tapi tidak bersedia dan tidak mampu berbuat apa-apa. Inisiatif Pemda Jember ini perlu diapresiasi,” tegasnya.


(FK/FK, 13/06)

BACA JUGA

Nuriyadi Sudah Terhubung Keluarga
12 Feb 2019 08:51 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1814 kali
Nuriyadi Sudah Terhubung Keluarga
Jenazah ke-17 PMI asal NTT  Tiba di Kampung Halaman
11 Feb 2019 09:58 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 565 kali
Jenazah ke-17 PMI asal NTT Tiba di Kampung Halaman
Lumpuh Akibat Stroke di Malaysia, PMI Asal Palembang Butuh Bantuan Dana
07 Feb 2019 11:24 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 7153 kali
Lumpuh Akibat Stroke di Malaysia, PMI Asal Palembang Butuh Bantuan Dana
Rayakan Hari Jadi  Ketiga, Kumpulan Wong Sragen di Malaysia Adakan Donor Darah
06 Feb 2019 06:43 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 901 kali
Rayakan Hari Jadi Ketiga, Kumpulan Wong Sragen di Malaysia Adakan Donor Darah
Provinsi Peti Mati, Awal 2019 NTT Dapat Kiriman 13 Jenazah PMI
02 Feb 2019 10:27 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1388 kali
Provinsi Peti Mati, Awal 2019 NTT Dapat Kiriman 13 Jenazah PMI