Western Union Indonesia WU

KBRI Kuala Lumpur Keluarkan Edaran Larangan WNI Berpolitik Praktis di Malaysia

Ekosospol - Posted by: Figo Kurniawan | 10 Jun 2018 04:45 WIB | 1207
KBRI Kuala Lumpur Keluarkan Edaran Larangan WNI Berpolitik Praktis di Malaysia
Edaran KBRI Kuala Lumpur - Photo : KBRI KL

Kuala Lumpur, LiputanBMI - KBRI Kuala Lumpur mengimbau seluruh WNI yang berada di Malaysia untuk tidak melakukan kegiatan politik praktis dalam bentuk apa pun terkait pemilu Indonesia 2019, termasuk mengeluarkan ujaran kebencian, berita hoax yang berbau politik di media massa maupun media sosial dan penggunaan atribut politik (kaos, spanduk, bendera, dll).

Dalam surat edaran resmi yang dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur, Minggu (10/6/2018) disebutkan, seluruh WNI di Malaysia dimohon mematuhi larangan tersebut untuk menghindari denda dan/atau sanksi oleh Pemerintah Malaysia.

Hal ini merujuk pada ketentuan perundang-undangan di Malaysia, yaitu Akta Perhimpunan AMAN 2012 (AKTA 736) yang mengatur tentang larangan melakukan kegiatan politik bagi WNA di Malaysia.

Seksyen 4 Akta tersebut menyebutkan, seseorang dianggap melakukan kesalahan jika:

a.Sebagai bukan warga negara, dia menganjurkan atau menyertai perhimpunan (perkumpulan)

b.Dia menganjurkan atau menyertai suatu perhimpunan yang diadakan di mana-mana tempat larangan dan dalam jarak 50 meter dari had (batas) tempat larangan, atau

c. Dia menganjurkan atau menyertai suatu protes jalanan.

Bagi pelanggar ketentuan Seksyen 4 tersebut dapat dijatuhi hukuman denda maksimal RM 10.000 (sekitar Rp 30 juta).

Selain itu, surat edaran yang dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur juga merujuk pada persyaratan dan larangan bagi WNA pemegang Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) atau permit masuk/permit kerja di Malaysia.

Sebagaimana tertuang dalam instruksi Ketua Pengarah Imigresen (Dirjen Imigrasi) Malaysia, WNA di Malaysia (termasuk WNI) dilarang menganggotai (menjadi anggota), menyertai, dan melibatkan diri dengan cara apa sekalipun dalam pertubuhan politik.

Pelanggaran terhadap larangan tersebut akan mendapat sanksi pembatalan PLKS (permit kerja).



(FK/FK, 10/06)

BACA JUGA

Terus Berlanjut, Awal Tahun 2019 NTT Dapat Kiriman 7 Jenazah PMI
21 Jan 2019 08:34 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 737 kali
Terus Berlanjut, Awal Tahun 2019 NTT Dapat Kiriman 7 Jenazah PMI
86 Pasang WNI Ikuti Sidang Isbat Nikah di KBRI Kuala Lumpur
15 Jan 2019 09:45 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 808 kali
86 Pasang WNI Ikuti Sidang Isbat Nikah di KBRI Kuala Lumpur
Nuriyadi, PMI Asal Blitar 3 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
11 Jan 2019 09:35 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2479 kali
Nuriyadi, PMI Asal Blitar 3 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Ternyata Korban Penipuan Agen
06 Jan 2019 07:53 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2776 kali
Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Ternyata Korban Penipuan Agen
Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Telah Meninggal Dunia
06 Jan 2019 02:56 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2909 kali
Warga Lumajang yang Telantar di Malaysia Telah Meninggal Dunia