Western Union Indonesia WU

Pemerintah Taiwan Pertimbangkan Larangan Asrama TKA di Dalam Pabrik

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 24 May 2018 02:44 WIB | 3289
Pemerintah Taiwan Pertimbangkan Larangan Asrama TKA di Dalam Pabrik
Aksi demo tuntut asrama TKA terpisah dengan pabrik - Photo : CNA Taiwan

Taipei, LiputanBMI - Pemerintah Taiwan sedang mempertimbangkan peraturan melarang asrama untuk pekerja migran di dalam kompleks pabrik, setelah dua kebakaran pabrik baru-baru ini yang merenggut nyawa delapan pekerja migran.

"Kami akan membicarakan masalah ini dengan instansi pemerintah terkait - Kementerian Urusan Ekonomi dan Kementerian Dalam Negeri," kata Huang Wei-cheng (黃偉誠), seorang pesawat kepala bagian Badan Pengembangan Tenaga Kerja di Kementerian Tenaga Kerja, sebagaimana dikutip CNA Taiwan, Rabu (23/5/2018).

Pertemuan antar menteri tentang masalah ini akan diadakan pada bulan Juni tetapi tidak dapat menjanjikan bahwa organisasi-organisasi buruh akan terlibat dalam diskusi seperti yang mereka minta.

Huang menanggapi dua tuntutan utama oleh organisasi non-pemerintah dan pekerja migran yang menggelar demo di luar lembaga itu untuk meminta perhatian pada masalah keamanan asrama bagi pekerja migran.

Salah satu tuntutan yang dibuat oleh para demonstran adalah untuk relokasi asrama buruh pabrik migran pada jarak yang aman dari pabrik.
Para pengunjuk rasa juga menyerukan undang-undang dan peraturan keamanan yang memerinci hak dan kewajiban pekerja migran dalam bahasa asli mereka.

Pada bulan Desember 2017, enam pekerja migran Vietnam meninggal di Kota Taoyuan dalam kebakaran yang di asrama mereka, yang terletak di lantai atas gudang pabrik yang terbuat dari besi lembaran.
Struktur bangunan itu bersebelahan dengan pabrik yang dioperasikan oleh Sican Co., yang memproduksi kaca film kontrol surya.

Empat bulan kemudian, kobaran api kembali terjadi di pabrik yang dioperasikan oleh Chin Poon, pabrik papan sirkuit cetak di kota yang sama dan merenggut nyawa enam petugas pemadam kebakaran, serta dua pekerja migran Thailand yang terjebak di asrama di dalam kompleks pabrik.

Menurut Hsu Wei-tung (許 惟 棟), anggota Jaringan Pemberdayaan Migran di Taiwan (MENT), kedua kasus itu mengungkap kondisi buruh migran yang rawan dan tidak aman dipaksa tinggal di asrama yang berada dalam pabrik tersebut.

Hsu mengatakan, kondisi asrama biasanya terdiri dari banyak ruangan/kamar dengan jendela kecil dan hanya memiliki satu pintu keluar.
Dalam kasus asrama Chin Poon, adalah ruang 400-ping (1,322 meter persegi) di lantai empat yang menampung sekitar 300 pekerja migran dari Vietnam, Thailand dan Filipina, dengan 10-16 ruangan.

Jika lembaga penegak hukum telah benar-benar memeriksa asrama guna mencegah bahaya kebakaran dan mendenda para pengusaha karena lalai memperbaiki, kebakaran fatal bisa dihindari.

Pemerintah Kota Taoyuan menolak untuk mempublikasikan hasil pemeriksaan keselamatan Chin Poon atau Sican. Salinan hasil pemeriksaan Chin Poon, yang baru-baru ini diperoleh oleh seorang anggota parlemen menunjukkan, bahwa perusahaan telah menyelesaikan daftar pemeriksaan keselamatan yang tidak disertifikasi oleh pemerintah kota mana pun.

Catatan keselamatan menetapkan standar untuk pengurus dan tempat tinggal para pekerja migran. Majikan diwajibkan untuk melengkapi daftar periksa inspeksi diri dan menyerahkannya kepada pemerintah setempat untuk verifikasi dalam waktu tiga bulan setelah kedatangan karyawan mereka di Taiwan.

Wu Ching-ju (吳靜 如) dari Asosiasi Pekerja Internasional Taiwan (TIWA), mengatakan bahwa kelompoknya menuntut agar dokumen, bersama dengan undang-undang dan peraturan terkait lainnya yang ada hubungannya dengan pekerja migran, diterjemahkan ke dalam bahasa asli mereka.

Sebagai tanggapan, kementerian tenaga kerja sedang mengerjakan terjemahan hukum dan peraturan yang relevan dan akan mempostingnya secara online.
(YLA/YLA, 24/05)

BACA JUGA

Dwi Antara, Mantan PMI yang Gagal Namun Sukses Jadi Pemandu  Wisata di Bali
30 Jan 2019 08:39 WIB | Yully Agyl | dibaca 389 kali
Dwi Antara, Mantan PMI yang Gagal Namun Sukses Jadi Pemandu Wisata di Bali
Badan Imigrasi Nasional Taiwan Tangkap Agen dan 31 PMI Ilegal
29 Jan 2019 11:40 WIB | Yully Agyl | dibaca 1379 kali
Badan Imigrasi Nasional Taiwan Tangkap Agen dan 31 PMI Ilegal
Memukul Lansia Dengan Shower, PMI di Singapura Dipenjara Seminggu
24 Jan 2019 07:36 WIB | Yully Agyl | dibaca 253 kali
Memukul Lansia Dengan Shower, PMI di Singapura Dipenjara Seminggu
Disekap dan Disiksa Majikan, PMI Diselamatkan Depnaker New Taipei City
20 Jan 2019 05:30 WIB | Yully Agyl | dibaca 665 kali
Disekap dan Disiksa Majikan, PMI Diselamatkan Depnaker New Taipei City