Western Union Indonesia WU

Direktur Imigrasi Taiwan: Tidak Ada Double Visa untuk Pelajar dan Pekerja

Ekosospol - Posted by: Yully Agyl | 14 Mar 2018 03:21 WIB | 1075
Direktur Imigrasi Taiwan: Tidak Ada Double Visa untuk Pelajar dan Pekerja
Direktur Imigrasi Taiwan dan Kepala KDEI di MTS Taipei - Photo : Taiwan News

Taipei, LiputanBMI - Baru-baru ini, ada lembaga mengiklankan tentang kesempatan untuk datang ke Taiwan belajar sambil bekerja. Menanggapi hal ini, Direktur Imigrasi, Yang Jiajun, dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa mereka yang sedang belajar di Taiwan adalah menggunakan "visa pelajar" dan bukan "visa kerja." Jika ingin bekerja secara legal, siapa pun masih harus mendapatkan ijin kerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Jika tidak, itu akan menjadi tindakan ilegal.

Sebagaiman dilansir Taiwan News, Sabtu (10/3/2018), pada malam Festival Musim Semi, Yang Jiajun dan perwakilan Indonesia di Taiwan berkunjung ke Aula Stasiun Kereta Taipei untuk melihat aktivitas para pekerja. Dalam kesempatan itu, Yang, Kepala KDEI Robert James Bintaryo, duduk bersama dan berkomunikasi dengan para BMI.

Dari dialog itu diketahui bahwa para pekerja tersebut menemukan beberapa informasi yang salah. Selain penjelasan di tempat, ia juga mengingatkan untuk pekerja pindahan harus mencari konfirmasi dari kantor perwakilan atau departemen pemerintah Taiwan agar tidak tertipu.

Yang Jiajun menjelaskan bahwa banyak pekerja yang telah pindah kerja setelah mendengar adanya beberapa lembaga yang mempromosikan universitas Taiwan untuk belajar sambil bekerja. Ia menjelaskan bahwa visa untuk belajar di Taiwan adalah visa pelajar dan bukan visa kerja.

Para pekerja ditipu untuk bekerja di Taiwan. Bisakah mereka tetap tinggal?
Yang Jiajun menyatakan bahwa jika ditipu oleh kelompok atau lembaga dan pengadilan menetapkan bahwa itu adalah korban perdagangan manusia, pemerintah akan memberikan tempat tinggal sementara dan izin kerja jangka pendek untuk pekerja yang kehilangan tempat tinggal tersebut, dan Departemen Imigrasi akan membantu korban untuk kembali ke negaranya sesegera mungkin.
Dianjurkan jika ada situasi seperti itu, sebaiknya segera menginformasikan kepada Departemen Imigrasi.

Pada tahun 1998, Taiwan telah memberikan jaminan legislatif seperti "Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Manusia". Para pekerja yang mengungsi tidak perlu khawatir tentang penolakan eksploitasi.

Yang Jiajun juga mengatakan, Taiwan harus bersyukur atas kontribusi para TKA dalam transisi ke masyarakat Taiwan. Pihak Taiwan juga harus memahami kesulitan dan keinginan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Harus bisa membuat penduduk baru dan pekerja dalam masa transisi merasa dihormati dan dipedulikan, serta menganggap Taiwan sebagai "rumah mereka".
(YLA/YLA, 14/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
15 Dec 2018 06:13 WIB | Yully Agyl | dibaca 1294 kali
Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
14 Dec 2018 05:54 WIB | Yully Agyl | dibaca 2435 kali
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
11 Dec 2018 09:48 WIB | Yully Agyl | dibaca 600 kali
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
10 Dec 2018 11:10 WIB | Yully Agyl | dibaca 725 kali
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019
09 Dec 2018 08:14 WIB | Yully Agyl | dibaca 26597 kali
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019