Western Union Indonesia WU

Bermodal Awal Setengah Juta, Eks BMI Hong Kong Memulai Bisnis Kripik Slodok

Sosok - Posted by: Yully Agyl | 11 Mar 2018 07:57 WIB | 3635
Bermodal Awal Setengah Juta, Eks BMI Hong Kong Memulai Bisnis Kripik Slodok
Titik Rahayu dengan stok dagangan Slodok-nya - Photo : Dok. Pri TR

Nasional, LiputanBMI -
Selalu ada hikmah di balik ujian yang diberikan Tuhan kepada umatnya. Jika Tuhan berkehendak lain, rencana yang disusun rapi pun bisa buyar.

Seperti yang dialami Titik Rahayu, eks BMI HK asal Desa Sitinggil Rawajaya, Kab. Cilacap, Jawa Tengah, rencana besarnya gagal karena musibah yang menimpanya dan karena keadaaan ia tidak ingin lagi menjadi buruh migran. Dengan sisa uang Rp 500.000, ia nekat memulai usahanya.

"Saya hanya punya sisa uang lima ratus ribu rupiah saat itu. Saya memutar otak, dengan uang segitu usaha apa agar bisa membantu ekonomi keluarga. Uang jerih payah saya di Hong Kong lebih fokus guna biaya pengobatan anak. Akhirnya, saya menggunakan uang itu untuk beli Slodok mentah dan dapat 30 kg. Ya itu awalnya cuma jualan 30 kg Slodok," cerita Titik kepada LiputanBMI, Minggu (11/3/2018).

Titik adalah eks BMI Hong Kong selama 10 tahun. Hasil jerih payah yang semula dimaksudkan untuk modal, habis digunakan untuk biaya perawatan anaknya yang mengalami kecelakaan saat ia baru beberapa bulan pulang dari Hong Kong.

Dari 30 kg Slodok sebagai modal awal usahanya, ia pantang menyerah dengan dukungan suami dan keluarga. Dengan ilmu tentang "Trik Merintis Usaha" yang ia dapatkan saat pelatihan yang diadakan Dompet Duafa, ia mulai mempraktekkannya.

"Ilmu yang diberikan Ibu Andini dari Dompet Duafa sangat bermanfaat. Dengan adik, yang awalnya beli Slodok mentah, saya mulai belajar membuat sendiri kripik singkong khas Magelang itu. Saya juga membuat variasi rasa yang berbeda-beda untuk menarik minat pembeli. Kini sudah satu tahun usaha kami dan tiap minggu bisa menjual hingga 150 kg bahkan lebih ," lanjutnya.

Penjualan Slodok dengan label Slodok Magelang SF selain dalam kota juga luar kota seperti Bandung, Pangandaran, Jakarta, bahkan juga memenuhi permintaan teman buruh migran yang berada di luar negeri.
Pengiriman bisa dalam partai besar maupun eceran.

"Pesan saya untuk teman-teman jangan takut untuk memulai usaha di kampung halaman, yang penting telaten, pantang menyerah dan kreatif. Saya juga mengajak siapa saja yang mau bekerja sama, yang penting jujur dan ulet. Silakan hubungi saya di nomer hp 0895616139866 bila ingin join menjadi reseller atau memesan Slodok," pungkas pemilik akun Fb Titik Rahayu.
(YLA/YLA, 11/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
15 Dec 2018 06:13 WIB | Yully Agyl | dibaca 1294 kali
Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
14 Dec 2018 05:54 WIB | Yully Agyl | dibaca 2435 kali
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
11 Dec 2018 09:48 WIB | Yully Agyl | dibaca 600 kali
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
10 Dec 2018 11:10 WIB | Yully Agyl | dibaca 725 kali
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019
09 Dec 2018 08:14 WIB | Yully Agyl | dibaca 26595 kali
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019