Western Union Indonesia WU

Kedubes Saudi Berikan Bantuan Kepada Haifaa

Ekosospol - Posted by: Iyad Wirayuda | 07 Mar 2018 10:35 WIB | 2438
Kedubes Saudi Berikan Bantuan Kepada Haifaa
Haifa (kanan) bersama Ibunya (kiri) saat bertemuDuta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al-Shuaibi - Photo : Saudi Gazette

Jakarta, LiputanBMI - Kedutaan Besar Arab Saudi Saudi di Jakarta telah memberi bantuan kepada Haifaa, gadis yang terpisah dari ayahnya yang merupakan warga Saudi. Uang tersebut untuk membantu biaya sekolah dan biaya hidup Haifaa.

Sebelumnya video pengakuan Haifaa viral di media sosial sehingga menarik simpatik Kedutaan Besar Arab Saudi.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al-Shuaibi bertemu langsung dengan Haifaa yang mengaku memiliki ayah warga Saudi yang telah meninggal dunia di Jakarta. Dubes Osama telah meminta ibu Haifaa, Muna untuk mendapatkan dokumentasi yang membuktikan bahwa dia adalah putri pria Saudi Sultan Al-Harbi.

Namun sang ibu mengatakan bahwa dia tidak memiliki surat-surat untuk membuktikan itu. Dubes mencurigai bahwa ibunya tidak membawa surat tersebut karena dia khawatir keluarga putrinya di Saudi akan membawa Haifaa.

Dubes Al-Shuaibi meyakinkannya bahwa mereka tidak akan membawa Haifaa darinya dan mereka hanya ingin membuktikan bahwa dia adalah anak perempuan seorang pria Saudi sehingga dia akan menerima bantuan uang.

Ibu Haifaa, Muna, mengatakan bahwa dia dinikahi Sultan Al-Harbi saat berusia 23 tahun dan dia berusia 18 tahun. Mereka menikah selama empat tahun sebelum meninggal.

"Kami memberi Haifaa sebuah uang saku untuk membantunya. Catatan kami untuk penyebutan Sultan Al-Harbi selama 10 tahun terakhir tidak ada catatan seorang pria bernama Sultan Al-Harbi yang meninggal dunia. Ini berarti Sultan Al-Harbi tidak dimakamkan di Arab Saudi atau Sultan Al-Harbi masih hidup, "kata Dubes Al-Shuaibi sebagaimana dirilis Saudi Gazette, Rabu (7/3/2018).

Dia juga mengatakan bahwa kesaksian sang bu tidak konsisten. Dia mengatakan bahwa orang tuanya tyang telah membawa jasad Sultan Al-Harbi ke Saudi. Dia kemudian mengatakan bahwa temannya adalah orang yang jasad suaminya kembali dan kemudian mengatakan bahwa dialah yang membawa jasadnya ke bandara.

"Jika kita tidak dapat menemukan catatan, kita harus menggunakan tes DNA untuk mengetahui apakah Haifaa akan cocok dengan keluarganya di Arab Saudi. Kasus ini tampaknya menjadi rumit, tapi saya tidak akan meninggalkan Haifaa karena dia adalah anak yatim yang membutuhkan perawatan, "ujarnya..
(IYD/IYD, 07/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Sakit Ginjal dan Paru Paru, Permintaan Terakhir PMI Asal Madura Ini Bikin Sedih
12 Dec 2018 02:38 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1212 kali
Sakit Ginjal dan Paru Paru, Permintaan Terakhir PMI Asal Madura Ini Bikin Sedih
Sosialisasi Pemilu ke BMI, PPLN Jeddah: Kita Bukan Cebong dan Kampret
07 Dec 2018 08:59 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 480 kali
Sosialisasi Pemilu ke BMI, PPLN Jeddah: Kita Bukan Cebong dan Kampret
Bisnis Tanpa Izin, Ekspatriat di Arab Saudi Didenda Setengah Juta Riyal
12 Nov 2018 02:50 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 736 kali
Bisnis Tanpa Izin, Ekspatriat di Arab Saudi Didenda Setengah Juta Riyal
SPMI Desak Pemerintah Batalkan MoU Pengiriman PMI ke Arab Saudi
02 Nov 2018 02:58 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 929 kali
SPMI Desak Pemerintah Batalkan MoU Pengiriman PMI ke Arab Saudi
Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Pekerja di Riyadh Mogok Kerja dan Demo Sarikah Samama
23 Oct 2018 03:43 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1715 kali
Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Pekerja di Riyadh Mogok Kerja dan Demo Sarikah Samama