Western Union Indonesia WU

Persatuan Buruh Migran Progesif Nilai Perlindungan BMI Tidak Sesuai Kebutuhan

Seputar TKI - Posted by: Wijiati Supari | 05 Mar 2018 08:14 WIB | 768
Persatuan Buruh Migran Progesif Nilai Perlindungan BMI Tidak Sesuai Kebutuhan
PBMP serahkan petisi ke perwakilan KJRI - Photo : LBMI

Hongkong, LiputanBMI - Menjamurnya kasus kekerasan yang berujung pada kematian seperti yang terjadi pada Adelina Sau, Nirmala Bonet, Erwiana dan lain-lain adalah contoh kasus penyiksaan dan perbudakan buruh migran Indonesia  yang terjadi di luar negeri.

Hal ini diungkapkan Koordinator Persatuan Buruh Migran Progesif, Umi Sudarto saat menggelar aksi Hari Perempuan Internasional di depan gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, Minggu (04/03/2018)..

Menurut Umi, kasus tersebut adalah cerminan dari puncak segala kasus kekerasan dan kondisi buruk buruh rumah tangga di luar negeri. Maka dari itu ia meminta pemerintah untuk menhentikan kasus penyiksaan dan perbudakan terhadap perempuan dan buruh migran.

"Meski sudah ada undang-undang baru untuk buruh migran, namun tidak merubah kondisi buruh migran sektor rumah tangga. Pemaksaan masuk PJTKI dan agency, perlindungan melalui BPJS, dan tinggal di rumah majikan 24 jam adalah exploitasi secara nyata yang diperlihatkan pemerintah terhadap BMI," ungkapnya.

Umi, dalam kesempatan tersebut juga bertanya kepada pemerintah, apakah karena buruh migran perempuan dinilai tidak mampu, sehingga tidak memberikan kebebasan untuk menentukan apa yang mereka butuhkan. Sementara menurutnya perlindungan yang didapatkan justru modus sistem perbudakan yang dilegalkan.

Dalam aksi sore itu, Umi Sudarto juga menyarankan pemerintah untuk bercermin dari setiap kejadian, kemudian segera mengubah sistem perlindungan pada buruh migran yang mayoritas perempuan.

"Kami tidak punya pilihan selain menghadapi kondisi tidak aman yang ditemui setiap hari. Oleh karena itu, di Hari Perempuan Sedunia ini kami menuntut kepada pemerintah Indonesia  untuk melakukan segera perubahan undang undang yang sesuai dengan kebutuhan buruh migran," Tekannya.

"Berikan keadilan untuk korban kekerasan dan penganiayaan terhadap buruh rumah tangga di luar negeri, hentikan praktik perlindungan buruh migran melalui pihak swasta, hapus overcharging, dan berikan pilihan kontrak mandiri bagi seluruh  buruh migran. Serta dukung perjuangan BMI untuk menuntut keadilan dan kesejahteraannya di negara penempatan,"  sambung Umi menutup aksi.
(WSP/IYD, 05/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Sempat Gagal Karena Angin Topan, Khai Bahar Akhirnya Sukses Hibur Penggemar di Hong Kong
22 Aug 2018 11:45 WIB | Wijiati Supari | dibaca 1133 kali
Sempat Gagal Karena Angin Topan, Khai Bahar Akhirnya Sukses Hibur Penggemar di Hong Kong
KJRI HK akan Pastikan Hak PMI yang Meninggal Tertimpa Pohon Terpenuhi
21 Aug 2018 09:47 WIB | Wijiati Supari | dibaca 876 kali
KJRI HK akan Pastikan Hak PMI yang Meninggal Tertimpa Pohon Terpenuhi
Ini Tanggapan Pelatih 12 PMI yang Sukses Kibarkan Merah Putih di  Hong Kong
19 Aug 2018 12:51 WIB | Wijiati Supari | dibaca 465 kali
Ini Tanggapan Pelatih 12 PMI yang Sukses Kibarkan Merah Putih di Hong Kong
Disaksikan Majikan, PMI Tim Paskibra KJRI Hong Kong Ini Sukses Laksanakan Tugas
18 Aug 2018 05:35 WIB | Wijiati Supari | dibaca 3279 kali
Disaksikan Majikan, PMI Tim Paskibra KJRI Hong Kong Ini Sukses Laksanakan Tugas
12 PMI Jadi Paskibra Peringatan HUT RI Ke  73 di KJRI Hong Kong
17 Aug 2018 02:39 WIB | Wijiati Supari | dibaca 584 kali
12 PMI Jadi Paskibra Peringatan HUT RI Ke 73 di KJRI Hong Kong