Mudik Bareng BRI

Ibu, Aku Berat Menanggung Beban Ini

Cerpen Puisi - Posted by: Iyad Wirayuda | 02 Mar 2018 02:27 WIB | 3013
Ibu, Aku Berat Menanggung Beban Ini
ilustrasi - Photo : google

Jeddah, LiputanBMI - Jika ditanya siapa yang paling berharga dalam hidup ini, tentulah Ibu jawabanya. Bidadari tak bersayap itu derajatnya tiga kali dibanding Ayah karena menanggung kepayahan saat mengandung, melahirkan dan membesarkan.

Jika berbicara tentang Ibu, tidak ada kata-kata yang dapat terungkap karena besarnya pengorbanan seorang Ibu untuk mendidik dan membesarkan anaknya.

Terkadang peran Ibu harus berganti sebagai tulang punggung keluarga karena himpitan ekonomi. Begitulah yang terjadi pada keluarga kecilku. Sejak Ayah di PHK dari pekerjaanya, Ibu memutuskan untuk pergi ke Arab Saudi sebagai TKI pekerja rumah tangga.

Saat ditinggalkan Ibu, usiaku berumur 15 tahun dan masih duduk di kelas tiga SMP.

"Ibu pergi untuk masa depan keluarga kita. Dela jangan nakal dan harus pintar sekolahnya ya," pesan Ibu saat akan berangkat ke PJTKI.

Ibu memelukku dengan erat, pipinya basah berlinang air mata. Aku sangat paham perasaan Ibu, tentu dia juga tidak ingin berpisah.

Selama dua tahun masa kontrak kerja Ibu di Arab Saudi semuanya berjalan tidak ada masalah. Gaji Ibu yang dikirimkan ke Indonesia dipakai memperbaiki rumah dan dibelikan motor untuk Ayah ngojek.

Sebenarnya Ayah sudah menyuruh Ibu untuk pulang, dua tahun tanpa Ibu rasanya aku dan Ayah merasa kesepian. Apalagi sekarang Ayah sudah punya pekerjaan walau hanya sebagai tukang ojek, tapi penghasilnya cukup untuk kebutuhan keluarga. Namun Ibu tetap bersikeras untuk memperpanjang kontrak karena majikannya baik dan gajinya juga ditambah.

Sebagai tukang ojek, Ayah memang selalu pulang malam dan sering membawa penumpang perempuan. Hal ini rupanya menjadi gosip di kalangan warga kalau Ayah ada main dengan wanita lain.

Hidup memang tak selamanya berjalan datar, kadang ada tanjakan dan tikungan yang harus dilalui. Hingga akhirnya rumor itu pun sampai ke Ibu yang tidak tahu kebenarannya.

Sejak itulah hubungan Ayah dan Ibu sering bertengkar di telepon. Sebagai anak aku mencoba memberikan penjelasan ke Ibu, tapi Ibu sudah terlanjur tersulut hasutan dan amarah.

Sementara Ayah, dia sangat terpukul sekali atas sikap Ibu yang lebih mempercayai orang lain dari pada keluarga.

Akibat hasutan itu kelakuan Ibu berubah drastis, ia sering memposting foto dan video tidak senonoh di Facebook. Bahkan yang lebih fatalnya Ibu memposting foto pria Pakistan.

Layaknya wanita yang sedang masa puber, Ibu yang sudah berusia 37 tahun itu sering mencari sensasi di media sosial. Mungkin ini bentuk pelampiasan dari prustasi akibat fitnahan orang yang dengki.

Tapi betulkah harus sedemikiannya tanpa memikirkan perasaan anaknya yang sudah beranjak dewasa. Dimanakah teladan seorang Ibu yang dulu sering menasehati anaknya agar tegar menghadapi setiap cobaan.

Di sekolahan aku sering diejek teman-teman karena prilaku Ibu di Facebook. Beban moral ini rasanya berat sekali untuk perempuan seusiaku.

Hanya keteguhan dan kesabaran Ayah yang membuat hatiku tegar untuk menjalani ini semua. Semoga Ibu nan jauh di sana selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa dan tidak terjerumus ke jalan yang dapat merugikan diri sendiri.

Cepat pulang Bu, kami merindukanmu.

(IYD/IYD, 02/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Asal Banjar Akan Jadi Imam Shalat Idul Fitri di Wisma Konjen RI Jeddah
14 Jun 2018 12:01 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1496 kali
Asal Banjar Akan Jadi Imam Shalat Idul Fitri di Wisma Konjen RI Jeddah
Kasihan, PMI Asal Karawang Dipulangkan dari Arab Saudi Tanpa Bawa Gaji
13 Jun 2018 07:02 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 2589 kali
Kasihan, PMI Asal Karawang Dipulangkan dari Arab Saudi Tanpa Bawa Gaji
Libur Idul Fitri, Imigrasi Arab Saudi Akan Tetap Buka Layani Dokumen Ekspatriat
10 Jun 2018 06:20 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 717 kali
Libur Idul Fitri, Imigrasi Arab Saudi Akan Tetap Buka Layani Dokumen Ekspatriat
Dinilai Peduli Nasib PMI, Para PMI di Jeddah Deklarasi Dukung Jokowi Dua Periode
09 Jun 2018 08:44 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1824 kali
Dinilai Peduli Nasib PMI, Para PMI di Jeddah Deklarasi Dukung Jokowi Dua Periode
Dibebaskan, Jemaah Umrah Yang Tak Sengaja Bawa Peluru Akhirnya Pulang
05 Jun 2018 06:42 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 783 kali
Dibebaskan, Jemaah Umrah Yang Tak Sengaja Bawa Peluru Akhirnya Pulang