Western Union Indonesia WU

Jemaah Umrah Sa'i Sambil Syair, Dubes Agus Maftuh Diberondong Pertanyaan Pemerintah Saudi

Ekosospol - Posted by: Iyad Wirayuda | 28 Feb 2018 03:16 WIB | 9220
Jemaah Umrah Sa'i Sambil Syair, Dubes Agus Maftuh Diberondong Pertanyaan Pemerintah Saudi
Dubes Agus Maftuh Foto Bersama Petugas Keamanan Arab Saudi - Photo : Facebook Dubes Agus Maftuh Abegebriel

Riyadh, LiputanBMI - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel akhirnya angkat bicara terkait beredarnya video jemaah umrah yang melakukan sa'i sambil menyanyikan lagu atau syair. Menurut dia, tindakan tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi (SAUNESIA).

"Nah terkait video viral tentang saudara-saudara kita yang melakukan aksi “tak lazim” di pelataran tempat sai (mas’a), saya belum dipanggil (semoga tidak) dan belum digempur dengan nota protes," tulis Dubes Agus Maftuh dalam akun Facebook-nya, Selasa (26/2).

Meski belum dipanggil, Dubes Agus Maftuh yang mengaku sedang bertugas di Thailand bersama para Dubes OKI ini mengaku diberondong sejumlah pertanyaan untuk menjelaskan maksud video tersebut oleh pemerintah Arab Saudi.

"Alhamdulillah setelah saya jelaskan kepada KSA mereka mulai bisa memahami, meski mereka luncurkan seabreg pertanyaan yang harus dijawab. Mereka minta kepastian kepada saya agar kejadian tersebut tidak terulang dan menekan saya sebagai pelayan WNI di Saudi untuk menyampaikan dan mengajarkan rambu-rambu diplomatik yang harus dijunjung bersama," paparnya.

Melalui tulisan tersebut, Dubes Agus Maftuh memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat Indonesia di Arab Saudi untuk patuh terhadap koridor etika diplomasi. Berikut beberapa hal yang disampaikan:

1. Sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia (Indonesiyyin Mughtaribin) di Arab Saudi, saya Dubes LBBP RI, Agus Maftuh Abegebriel menyayangkan terjadinya aksi yang “tidak biasa” di Mas'a (tempat melakukan ibadah Sa'i) yang dilakukan oleh segelintir jamaah umrah Indonesia;

2. Semua WNI yang berada di Arab Saudi baik yang tinggal(muqimin), umrah, haji atau yang sedang berkunjung secara otomatis akan menjadi tanggung jawab KBRI untuk memberikan perlindungan dan pengayoman kepada mereka .
3. Dan jika ada WNI di Arab Saudi ini melakukan tindakan yang keluar dari kepatutan dan menabrak rambu2 diplomatik, maka secara diplomatik yang akan diprotes pertama kali oleh Kerajaan Arab Saudi adalah Dubes RI sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi;

4. Aksi di Mas'a tersebut berpotensi -sekali lagi- berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia - Arab Saudi (SAUNESIA) yang saat ini sedang berada di masa keemasan (al-Ashr al-Zahabiy al-Muzahhab).

5. Kepada seluruh Ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, dihimbau untuk mematuhi hukum, peraturan dan kepatutan yang berlaku di Arab Saudi.

6. Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk politisasi Umrah ataupun Haji.
7. Jika WNI ingin berkreasi, maka KBRI siap memfasilitasi dengan catatan kreasi dan aksi tersebut dilakukan di dalam tembok KBRI yang merupakan wilayah penuh Republik Indonesia serta memiliki kekebalan diplomatik. Satu CM (centimeter) di luar tembok KBRI itu sudah masuk wilayah kedaulatan Saudi Arabia yang harus tunduk pada hukum, aturan dan norma Saudi (pernah saya pesankan kepada rombongan jamaah umroh).


(IYD/IYD, 28/02)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Sakit Ginjal dan Paru Paru, Permintaan Terakhir PMI Asal Madura Ini Bikin Sedih
12 Dec 2018 02:38 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1212 kali
Sakit Ginjal dan Paru Paru, Permintaan Terakhir PMI Asal Madura Ini Bikin Sedih
Sosialisasi Pemilu ke BMI, PPLN Jeddah: Kita Bukan Cebong dan Kampret
07 Dec 2018 08:59 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 480 kali
Sosialisasi Pemilu ke BMI, PPLN Jeddah: Kita Bukan Cebong dan Kampret
Bisnis Tanpa Izin, Ekspatriat di Arab Saudi Didenda Setengah Juta Riyal
12 Nov 2018 02:50 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 736 kali
Bisnis Tanpa Izin, Ekspatriat di Arab Saudi Didenda Setengah Juta Riyal
SPMI Desak Pemerintah Batalkan MoU Pengiriman PMI ke Arab Saudi
02 Nov 2018 02:58 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 929 kali
SPMI Desak Pemerintah Batalkan MoU Pengiriman PMI ke Arab Saudi
Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Pekerja di Riyadh Mogok Kerja dan Demo Sarikah Samama
23 Oct 2018 03:43 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1715 kali
Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Pekerja di Riyadh Mogok Kerja dan Demo Sarikah Samama