Mudik Bareng BRI

Dikawal PPI Surabaya, PT ALP Berikan Santunan Keluarga Korban RP 150 Juta Sesuai PP Kepelautan

Seputar TKI - Posted by: Syafii | 27 Feb 2018 09:33 WIB | 1824
Dikawal PPI Surabaya, PT ALP Berikan Santunan Keluarga Korban RP 150 Juta Sesuai PP Kepelautan
Pendampingan PPI Surabaya terhadap keluarga korban kapal Kayong Utara - Photo : LBMIJKT

Nasional, LiputanBMI - Dewan Pimpinan Wilayah Pergerakan Pelaut Indonesia Surabaya, Jawa Timur berhasil mengadvokasi kasus tenggelamnya kapal Kayong Utara saat hendak berlabuh di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (20/02/18) pagi, sekitar pukul 05.00 waktu setempat.



Advokasi itu dilakukan oleh DPW PPI Surabaya atas meninggalnya Alm. Ridho Hanafi (23), salah satu pelaut selaku crew yang bekerja pada kapal milik PT ALP.


"RH merupakan pelaut asal Lamongan, Jatim, kebetulan dia anggota PPI. Saya merasa prihatin atas musibah itu," ujar Ketua PPI Surabaya, Fery Yunianto kepada Liputan BMI, Selasa (27/02/18) melalui selulernya.


Pasca kejadian itu, lanjut Fery, PPI Surabaya terus aktif memonitor jalannya proses pengiriman jenazah dari TKP ke kediaman keluarga korban di Jatim.



"Awalnya pihak perusahaan hanya akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta saja, lalu kami mediasikan, tawaran sempat naik menjadi Rp 95 juta, tetap kami tolak dan minta sesuai dengan ketentuan PP 7/2000 tentang Kepelautan," ungkap Fery.


Menurut Fery, sempat terjadi perdebatan dalam pembahasan masalah santunan tersebut, hingga akhirnya perusahaan memberikan santunan sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam PP Kepelautan itu.


"Ya, saya komunikasi dengan PPI Pusat, dengan Mas Imam Syafi'i selaku Ketua Adkumham. Kata beliau santunan meninggal akibat kecelakaan kerja sesuai PP Kepelautan minimum Rp 150 Juta. Ya kami tuntut itu," tegas Fery.


Santuan sebesar Rp 150 juta diserahkan oleh perwakilan PT ALP yang diterima oleh pihak keluarga korban serta disaksikan oleh para pengurus PPI Surabaya dan dituangkan dalam Perjanjian Bersama yang ditandatangani di atas kertas bermaterai cukup.
(IS/IS, 27/02)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Enam Tahun Lebih Kerja di PHK Sepihak, Pelaut Ini Gugat Perusahaan Pelayaran di PHI Banjarmasin
21 Aug 2018 02:02 WIB | Syafii | dibaca 883 kali
Enam Tahun Lebih Kerja di PHK Sepihak, Pelaut Ini Gugat Perusahaan Pelayaran di PHI Banjarmasin
Meninggal Akibat Sakit di Malaysia, Ahli Waris Pelaut Ini Dapatkan Hak Santunan Kematian
20 Aug 2018 03:25 WIB | Syafii | dibaca 1111 kali
Meninggal Akibat Sakit di Malaysia, Ahli Waris Pelaut Ini Dapatkan Hak Santunan Kematian
Labour Inspector Diminta Awasi Ketenagakerjaan Pelaut
19 Aug 2018 04:44 WIB | Syafii | dibaca 677 kali
Labour Inspector Diminta Awasi Ketenagakerjaan Pelaut
Tiga Bulan Tak Digaji di Abu Dhabi, Pelaut Indonesia Minta Dipulangkan
17 Aug 2018 10:18 WIB | Syafii | dibaca 1023 kali
Tiga Bulan Tak Digaji di Abu Dhabi, Pelaut Indonesia Minta Dipulangkan
Abaikan Anjuran Disnaker Jakut, PT KLS Digugat PPI ke PHI Jakpus
31 Jul 2018 03:32 WIB | Syafii | dibaca 1532 kali
Abaikan Anjuran Disnaker Jakut, PT KLS Digugat PPI ke PHI Jakpus