Western Union Indonesia WU

Audiensi Dengan Kadisnaker Jakut, PPI Sebut Hak Normatif Pelaut Kerap Dilanggar

Opini - Posted by: Syafii | 26 Feb 2018 04:51 WIB | 1520
Audiensi Dengan Kadisnaker Jakut, PPI Sebut Hak Normatif Pelaut Kerap Dilanggar
Pengurus PPI bersama Kadisnaker Jakut - Photo : LBMIJKT

Nasional, LiputanBMI - Pasal 337 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran menyatakan bahwa ketentuan ketenagakerjaan di bidang pelayaran dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Namun, fakta di lapangan berbeda.

Hal tersebut disampaikan oleh Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) saat audiensi dengan Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (26/02/18) di ruang rapat Sudinnakertrans Jakut.

Menurut PPI, selama ini perjanjian kerja laut (PKL) hanya diperiksa dan disahkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kesyahbandaran, tanpa melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Disnaker, yang berimbas banyaknya hak-hak normatif ketenagakerjaan pelaut yang dikebiri oleh pengusaha di bidang pelayaran.

“Kedatangan kami ke Disnaker Jakut disambut baik oleh Kadisnaker dan jajarannya. Selain membahas persoalan regulasi ketenagakerjaan pelaut, kami juga sekaligus melakukan pencatatan perselisihan setelah upaya bipartit gagal menemukan titik penyelesaian,” ujar Ketua Dalam Negeri PPI, Nur Rohman di depan kantor Disnaker seusai acara.

Dikatakan Rohman, adapun kasus yang dicatatkan tersebut merupakan kasus pelaut yang mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan masih ada hak yang belum dibayar oleh pihak perusahaan.

“Si pelaut tanda tangan kontrak kerja delapan bulan sebagai mualim 3, namun baru kerja tiga bulan tiba-tiba dipulangkan dengan alasan tidak bisa kerja. Ironisnya, biaya tiket kepulangannya pun ditanggung sendiri dengan dipotong dari gajinya,” tambahnya.

PPI berpandangan bahwa sesuai dengan Pasal 62 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

“Berkas kasus pencatatan sudah diterima oleh petugas Disnaker dengan memberikan bukti tanda terima pencatatan. Selanjutnya, kami tinggal tunggu panggilan sidang mediasi,” pungkas Rohman.



(IS/IS, 26/02)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Enam Tahun Lebih Kerja di PHK Sepihak, Pelaut Ini Gugat Perusahaan Pelayaran di PHI Banjarmasin
21 Aug 2018 02:02 WIB | Syafii | dibaca 1248 kali
Enam Tahun Lebih Kerja di PHK Sepihak, Pelaut Ini Gugat Perusahaan Pelayaran di PHI Banjarmasin
Meninggal Akibat Sakit di Malaysia, Ahli Waris Pelaut Ini Dapatkan Hak Santunan Kematian
20 Aug 2018 03:25 WIB | Syafii | dibaca 1355 kali
Meninggal Akibat Sakit di Malaysia, Ahli Waris Pelaut Ini Dapatkan Hak Santunan Kematian
Labour Inspector Diminta Awasi Ketenagakerjaan Pelaut
19 Aug 2018 04:44 WIB | Syafii | dibaca 1042 kali
Labour Inspector Diminta Awasi Ketenagakerjaan Pelaut
Tiga Bulan Tak Digaji di Abu Dhabi, Pelaut Indonesia Minta Dipulangkan
17 Aug 2018 10:18 WIB | Syafii | dibaca 1473 kali
Tiga Bulan Tak Digaji di Abu Dhabi, Pelaut Indonesia Minta Dipulangkan
Abaikan Anjuran Disnaker Jakut, PT KLS Digugat PPI ke PHI Jakpus
31 Jul 2018 03:32 WIB | Syafii | dibaca 1785 kali
Abaikan Anjuran Disnaker Jakut, PT KLS Digugat PPI ke PHI Jakpus