Mudik Bareng BRI

Ginger La Pedas, Hasil Produksi Eks BMI yang Terinspirasi dari Wedang Jahe Taiwan

Sosok - Posted by: Yully Agyl | 23 Feb 2018 08:03 WIB | 1840
Ginger La Pedas, Hasil Produksi Eks BMI yang Terinspirasi dari Wedang Jahe Taiwan
Ginger La Pedas, wedang jahe padat buatan Sukhainah - Photo : Dokpri/LBMI

Nasional, LiputanBMI - Bekerja sambil belajar. Mempelajari hal yang bermanfaat di negara tempat bekerja dan mempraktekkannya sebagai ladang rezeki di negeri sendiri, itulah yang dilakukan Sukhainah mantan BMI di Taiwan.

Terinspirasi dari minuman Taiwan yang beraroma dan berasa jahe, wanita muda asal Trenggalek, Jawa Timur ini berinovasi sendiri agar hasil karyanya yang diberi nama Ginger La Pedas, wedang jahe padat yang disesuaikan dengan cita rasa orang Indonesia.

"Ketika masih di Taiwan, kalau musim dingin sering bikin wedang jahe. Kadang bikin pakai resep sendiri, kadang beli gula merah plus jahe yang sudah diolah dan tinggal merebus dengan air. Dari situlah ideku muncul dan kucari paduannya rempah Indonesia agar bisa diterima di masyarakat kita," ungkap Sukhainah kepada LiputanBMI, Kamis (22/2/2018).

Selain wedang jahe padat, ada juga hasil kreasi lainnya yang terinspirasi dari makanan khas Taiwan, Cho Toufu (tahu bau). Hebatnya, Sukhainah lebih tertarik membuat Biang Cho Toufu (ragi untuk membuat bau khas pada Cho Toufu). Ada juga makanan ringan olahan tangan terampilnya dengan nama-nama unik. Semua produk hasil dari rumah produksi Pawon Alfcocofy sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.

"Karena kwalitas itu penting bagi saya, makanya dengan terdaftar di Dinkes Kabupaten Trenggalek, konsumen akan lebih terjamin juga. Hasil olahan lainnya seperti: Vego yaitu kripik daun singkong, SaleUp (sale pisang krispi dan salut coklat), Kriwul (tiwul instant), Sing Krez (singkong oven kremes), kue kering, kue basah, semua juga sudah teruji dan terdaftar," jelasnya.

Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Ket. foto: Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Sumber foto: LBMITW


Pemasaran hasil olahannya, selain di daerah Trenggalek sendiri, juga dikirim ke luar kota dan luar negeri, sesuai permintaan pembeli. Beralamat di Krajan RT 05/RW 01, Desa Sumberbening, Kec. Dongko, Kab. Trenggalek, Sukhainah, siap menerima pesanan dan berbagi ilmu bagi siapa saja yang berminat.

"Hasil, mungkin belum sebesar ketika bekerja di Taiwan, tetapi saya harus optimis, pasti bisa. Pesan saya buat teman-teman yang masih di luar negeri, gunakan waktu untuk bekerja dengan baik, kumpulkan modal sebanyak-banyaknya dan segeralah memulai usaha di kampung halaman. Silakan yang mau datang langsung untuk pesan atau belajar, bisa juga pesan melalui FB ALif CocoFy Sakina," pungkasnya.
(YLA/TTG, 23/02)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

PMI di Taiwan Rilis Lagu Solo Perdana
07 Sep 2018 09:18 WIB | Yully Agyl | dibaca 1702 kali
PMI di Taiwan Rilis Lagu Solo Perdana
KAMI Gelar Pelatihan Paralegal For Migran
30 Aug 2018 01:36 WIB | Yully Agyl | dibaca 413 kali
KAMI Gelar Pelatihan Paralegal For Migran
Baru Tiga Bulan Bekerja, PMI Ditangkap Diduga Campuri Teh Majikan Dengan Cairan Pemutih
28 Aug 2018 06:58 WIB | Yully Agyl | dibaca 1009 kali
Baru Tiga Bulan Bekerja, PMI Ditangkap Diduga Campuri Teh Majikan Dengan Cairan Pemutih
Chen Chun Ming, Petugas Imigrasi Taiwan yang Pandai Bahasa Indonesia
27 Aug 2018 07:01 WIB | Yully Agyl | dibaca 1860 kali
Chen Chun Ming, Petugas Imigrasi Taiwan yang Pandai Bahasa Indonesia
Sakit Kanker Rahim, PMI Asal Lampung Dipaksa Pulang oleh Agen
18 Aug 2018 05:41 WIB | Yully Agyl | dibaca 385 kali
Sakit Kanker Rahim, PMI Asal Lampung Dipaksa Pulang oleh Agen