Western Union Indonesia WU

Ginger La Pedas, Hasil Produksi Eks BMI yang Terinspirasi dari Wedang Jahe Taiwan

Sosok - Posted by: Yully Agyl | 23 Feb 2018 08:03 WIB | 2017
Ginger La Pedas, Hasil Produksi Eks BMI yang Terinspirasi dari Wedang Jahe Taiwan
Ginger La Pedas, wedang jahe padat buatan Sukhainah - Photo : Dokpri/LBMI

Nasional, LiputanBMI - Bekerja sambil belajar. Mempelajari hal yang bermanfaat di negara tempat bekerja dan mempraktekkannya sebagai ladang rezeki di negeri sendiri, itulah yang dilakukan Sukhainah mantan BMI di Taiwan.

Terinspirasi dari minuman Taiwan yang beraroma dan berasa jahe, wanita muda asal Trenggalek, Jawa Timur ini berinovasi sendiri agar hasil karyanya yang diberi nama Ginger La Pedas, wedang jahe padat yang disesuaikan dengan cita rasa orang Indonesia.

"Ketika masih di Taiwan, kalau musim dingin sering bikin wedang jahe. Kadang bikin pakai resep sendiri, kadang beli gula merah plus jahe yang sudah diolah dan tinggal merebus dengan air. Dari situlah ideku muncul dan kucari paduannya rempah Indonesia agar bisa diterima di masyarakat kita," ungkap Sukhainah kepada LiputanBMI, Kamis (22/2/2018).

Selain wedang jahe padat, ada juga hasil kreasi lainnya yang terinspirasi dari makanan khas Taiwan, Cho Toufu (tahu bau). Hebatnya, Sukhainah lebih tertarik membuat Biang Cho Toufu (ragi untuk membuat bau khas pada Cho Toufu). Ada juga makanan ringan olahan tangan terampilnya dengan nama-nama unik. Semua produk hasil dari rumah produksi Pawon Alfcocofy sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.

"Karena kwalitas itu penting bagi saya, makanya dengan terdaftar di Dinkes Kabupaten Trenggalek, konsumen akan lebih terjamin juga. Hasil olahan lainnya seperti: Vego yaitu kripik daun singkong, SaleUp (sale pisang krispi dan salut coklat), Kriwul (tiwul instant), Sing Krez (singkong oven kremes), kue kering, kue basah, semua juga sudah teruji dan terdaftar," jelasnya.

Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Ket. foto: Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Sumber foto: LBMITW


Pemasaran hasil olahannya, selain di daerah Trenggalek sendiri, juga dikirim ke luar kota dan luar negeri, sesuai permintaan pembeli. Beralamat di Krajan RT 05/RW 01, Desa Sumberbening, Kec. Dongko, Kab. Trenggalek, Sukhainah, siap menerima pesanan dan berbagi ilmu bagi siapa saja yang berminat.

"Hasil, mungkin belum sebesar ketika bekerja di Taiwan, tetapi saya harus optimis, pasti bisa. Pesan saya buat teman-teman yang masih di luar negeri, gunakan waktu untuk bekerja dengan baik, kumpulkan modal sebanyak-banyaknya dan segeralah memulai usaha di kampung halaman. Silakan yang mau datang langsung untuk pesan atau belajar, bisa juga pesan melalui FB ALif CocoFy Sakina," pungkasnya.
(YLA/TTG, 23/02)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
15 Dec 2018 06:13 WIB | Yully Agyl | dibaca 1293 kali
Proposal Kenaikan Gaji Informal Akan Diserahkan Indonesia ke Pihak Taiwan Pada Januari 2019
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
14 Dec 2018 05:54 WIB | Yully Agyl | dibaca 2433 kali
Menaker Hanif Dhakiri Kunjungi Taiwan untuk Tandatangani MoU Tentang Hak-hak PMI
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
11 Dec 2018 09:48 WIB | Yully Agyl | dibaca 600 kali
Pengurus Masjid An-Nur Tongkang, Pingtung Terima Penghargaan dari Pemerintah Taiwan
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
10 Dec 2018 11:10 WIB | Yully Agyl | dibaca 725 kali
Baru Dipulangkan dari Taiwan 10 Hari yang Lalu, Shinta Meninggal Dunia
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019
09 Dec 2018 08:14 WIB | Yully Agyl | dibaca 26593 kali
Jepang Resmi Terima Pekerja Asing di Berbagai Bidang Pekerjaan Mulai April 2019