Mudik Bareng BRI

Lalu-Lintas PUSDAKIM Lamban, KJRI Jeddah Batasi Pemohon Paspor 50 Orang per Hari

Seputar TKI - Posted by: Redaksi | 18 Mar 2015 06:43 WIB | 292
Lalu-Lintas PUSDAKIM Lamban, KJRI Jeddah Batasi Pemohon Paspor 50 Orang per Hari
Kalender 2016 LiputanBMI.com - Photo : Portal Kita

Jeddah, LiputanBMI - Sejak diberlakukan tangga 1 Maret 2015, Sistem Informasi Manajemen keimigrasian (SIMKIM) dengan menerbitkan paspor berbasis biometric (pengambilan sidik jari dan scan wajah) belum berjalan normal. Lalu-lintas data pemohon ke Pusat Data Keimigrasian (PUSDAKIM) Jakarta secara online berjalan lamban. Akibatnya, terjadi antrean yang cukup panjang dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemohon.

Menyikapi keadaan ini, KJRI Jeddah mengambil langkah-langkah berikut:

1. telah mengkomunikasikan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi bahwa sejak 3 hari terkahir, terhitung dari hari Ahad hingga Selasa atau dari tanggal 15 sampai dengan tanggal 17 Maret 2015 (Ahad – Senin) mengalami gangguan lalu-linta data dengan Pusat Data Keimigrasian (PUSDAKIM), sehigga menyebabkan antrean panjang pemohon.

2. Sampai saat ini KJRI Jeddah terus mengupayakan agar gangguan lalulintas data dengan Pusat ini bisa segera diatasi.

3. Menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemohon atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh permasalahan ini.

4. Demi kenyamanan pemohon, KJRI Jeddah untuk SEMENTARA WAKTU MEMBANTASI JUMLAH PEMOHON MENJADI 50 ORANG PER HARI, sampai lalu-lintas data dengan Pusat Data Keimigrasian (PUSDAKIM) Jakarta berjalan normal. Oleh kerena itu, bila tidak tidak ada hal-hal yang mendesak dan paspornya masih berlaku, pemohon diharapkan untuk sementara agar tidak melakukan penggantian paspor.

5. KJRI Jeddah akan segera menginformasikan kepada masyarakat bila gangguan lalu-lintas data dengan PUSDAKIM telah berhasil diatasi, agar pelayanan penerbitan paspor beroperasi kembali seperti biasa.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa Sistem Informasi Manajemen keimigrasian (SIMKIM) menerapkan perekaman Peta wajah (yakni jarak antara elemen-elemen wajah seperti struktur wajah, iris, dan retina mata) dan sidik jari pemegang paspor yang bertujuan untuk:

1. mencegah pemalsuan identitas serta kepemilikan ganda (duplikasi paspor) yang berpotensi membahayakan keamanan pemegangnya. Dengan demikian paspor biometric memberikan peningkatan proteksi terhadap pemegangnya dari tindak penipuan identitas.

2. menerbitkan paspor yang memenuhi standar qualitas yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Dunia atau International Civil Aviation Organization (ICAO) sehingga konfirmasi identitas pemegang dapat dilakukan secara lebih cepat karena mudah dibaca oleh perangkat pembaca paspor di setiap konter pemeriksaan imigrasi di seluruh bandara internasional. Dengan demikian paspor biometric dapat memberikan kenyamanan bagi pemegangnya ketika melakukan perjalanan keluar negeri.

3. Menerapkan sistem cekal secara terintegrasi dengan Pusat Data Keimigrasian di Jakarta. (Red-Fauzy Chusny)
(RED/RED, 18/03)

BNI Saudi Arabia

BACA JUGA

Banyak Masalah Pelaut, PPI Minta Menaker Bentuk LKS Tripartit Sektoral
19 Mar 2018 02:45 WIB | Redaksi | dibaca 1535 kali
Banyak Masalah Pelaut, PPI Minta Menaker Bentuk LKS Tripartit Sektoral
PHK Pelaut, Diskopnaker Banjarmasin Anjurkan PT SPM Bayar Hak Pekerja
14 Mar 2018 02:16 WIB | Redaksi | dibaca 1772 kali
PHK Pelaut, Diskopnaker Banjarmasin Anjurkan PT SPM Bayar Hak Pekerja
Wawas TKI Asal Indramayu yang Tertahan 7 Tahun di Arab Saudi Akhirnya Tiba di Indonesia
14 Mar 2018 12:45 WIB | Redaksi | dibaca 2423 kali
Wawas TKI Asal Indramayu yang Tertahan 7 Tahun di Arab Saudi Akhirnya Tiba di Indonesia
Mantan BMI Malaysia Ini Sukses Buka Usaha Warung 'Pecel Iwak Kali' di Ponorogo
18 Feb 2018 12:08 WIB | Redaksi | dibaca 2567 kali
Mantan BMI Malaysia Ini Sukses Buka Usaha Warung 'Pecel Iwak Kali' di Ponorogo
Panitia Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Ditangkapnya Dua Pelawak Oleh Imigrasi Hong Kong
10 Feb 2018 02:55 WIB | Redaksi | dibaca 1065 kali
Panitia Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Ditangkapnya Dua Pelawak Oleh Imigrasi Hong Kong