Western Union Indonesia WU

KBRI/KJRI Harus Terbitkan Nomor Penerimaan Laporan Pengaduan

Opini - Posted by: Abu Rayyan | 21 Mar 2017 04:22 WIB | 5224
KBRI/KJRI Harus Terbitkan Nomor Penerimaan Laporan Pengaduan
Ilustrasi - Photo : Google

Riyadh, LiputanBMI - Serba digital, kemudahan ber-online, riuhnya media sosial harus dimanfaatkan secara maksimal dan efisien, termasuk oleh perwakilan pemerintah RI di luar negeri (KBRI/KJRI).

Interaksi semakin intens yang ditunjukkan akun Facebook Kbri Riyadh ArabSaudi yang dikelola Tim Pelayanan Warga KBRI Riyadh merupakan hal yang sangat positif dan perlu diapresiasi. Selain itu, KBRI Riyadh juga memiliki grup WhatsApp yang beranggotakan seluruh elemen masyarakat dan komunitas WNI di Riyadh.

Kini, WNI/TKI dapat berkomunikasi langsung dengan pejabat konsuler melalui kolom komentar pada setiap postingan akun Facebook Kbri Riyadh ArabSaudi, mulai dari mencari informasi hingga mengadukan permasalahan.

Tidak hanya akun resmi Facebook KBRI Riyadh, akun pribadi milik Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel pun tak luput dari “serbuan” para WNI dan TKI. Dubes Abegebriel tidak segan untuk membagikan nomor kontak pribadinya kepada para WNI.

Dalam sebuah kesempatan, Dubes Agus Maftuh Abegebriel sendiri mengaku setiap harinya tidak kurang dari 50 pesan yang masuk dari para WNI/TKI melalui akun Facebook dan WhatsApp miliknya. Isinya sama, mulai dari mencari informasi, mengadu permasalahan bahkan pernah ada yang minta dipinjami uang!

Hal tersebut harus diiringi dengan manajemen komunikasi dan pengelolaan data yang mumpuni dalam sebuah sistem teknologi informasi yang terintegrasi dengan E-Perlindungan Kementerian Luar Negeri sehingga memudahkan dalam melakukan pengawasan, memetakan permasalahan secara komprehensif dan real time berikut merumuskan solusi yang ideal.

Sangat disayangkan, hal ini masih belum dilakukan atau dimanfaatkan secara serius oleh KBRI/KJRI di Arab Saudi, salah satu indikator yang paling kentara adalah masih belum dibuatkannya nomor penerimaan laporan pengaduan (NPLP).

Perihal NPLP ini pernah diusulkan secara langsung oleh para pegiat TKI di Riyadh kepada Duta Besar RI (26/9/2016). Dengan NPLP, setiap pelapor atau pengadu memiliki bukti sah telah diterimanya sebuah laporan oleh KBRI/KJRI.

Nantinya para pelapor dengan mudah menanyakan perkembangan kasus, bahkan mengadukannya kepada pemerintah pusat jika KBRI/KJRI dianggap belum menindaklanjuti pengaduannya hingga tuntas.

Dengan NPLP pula, pelaporan ganda dapat diminimalisir. Tidak jarang, pelapor mengadukan permasalahannya tidak hanya ke KBRI/KJRI tetapi kemudian menyampaikan pengaduannya ke LSM ataupun para pegiat TKI, bahkan mengunggahnya melalui media sosial yang nantinya ramai-ramai diadukan kembali ke KBRI/KJRI.

Adanya NPLP merupakan sebuah kebutuhan sekaligus salah satu tanda keseriusan KBRI/KJRI dalam proses perlindungan warga. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menerapkan sistem palayanan kepada masyarakat yang transparan dan akuntabel.

Penulis: Tatang Muhtar (TKI di Riyadh)
(TTG/RED, 21/03)

BACA JUGA

Selamat Jalan Guruku, Kami Akan Selalu Mengenang Kebaikanmu
25 Apr 2019 03:46 WIB | Abu Rayyan | dibaca 1184 kali
Selamat Jalan Guruku, Kami Akan Selalu Mengenang Kebaikanmu
Pemilu 2019, Prabowo-Sandi Unggul di Seluruh TPSLN Riyadh
18 Apr 2019 12:48 WIB | Abu Rayyan | dibaca 10036 kali
Pemilu 2019, Prabowo-Sandi Unggul di Seluruh TPSLN Riyadh
Pemilu 2019, Antrian WNI di Riyadh Menumpuk depan KBRI
12 Apr 2019 02:11 WIB | Abu Rayyan | dibaca 2644 kali
Pemilu 2019, Antrian WNI di Riyadh Menumpuk depan KBRI
Taklukkan Lodaya, Madura United Pastikan Titel Juara Liga BRI Riyadh 2018
05 Jan 2019 09:20 WIB | Abu Rayyan | dibaca 1846 kali
Taklukkan Lodaya, Madura United Pastikan Titel Juara Liga BRI Riyadh 2018
Rupiah Hampir 4000 per Riyal, Ini Berkah?
04 Sep 2018 05:57 WIB | Abu Rayyan | dibaca 4679 kali
Rupiah Hampir 4000 per Riyal, Ini Berkah?